BLOG- nya Ani :)











{December 19, 2007}   artikel 2007

Bekas Piramid Suku Aztec Ditemukan di Meksiko

Siapa menyangka salah satu sudut Kota Mexico City yang paling rawan tindak kriminalitas merupakan bekas berdirinya piramid suku Aztec. Para arkeolog yang menemukan puing-puingnya yakin piramid tersebut diratakan bangsa Spanyol yang menaklukkan wilayah tersebut.Salah satu bekas piramid yang muncul pertama kali adalah dinding kuno di dekat distrik Iztapalapa yang sangat padat Juni lalu. Sejumlah arkeolog menyatakan dinding tersebut mungkin bagian utama piramida di pusat pemukiman Aztec yang dihancurkan Hernan Cortes pada abad ke-16. Saat ini sejarah piramida di sana belum banyak dipelajari karena Iztapalapa dan sekitarnya berkembang menjadi daerah yang keras, banyak tindak kriminalitas, lokasi transaski narkoba, dan banyak daerah kumuh.“Kami tahu lokasinya secara umum namun tidak dapat mengeksplorasinya karena ini adalah wilayah kota yang sangat luas,” ujar Jesus Sanchez, salah satu arkeolog yang meneliti situs tersebut. Ia yakin pusat piramida ada di bawah taman dan lapangan kota. Untuk memastikannya, akan dilakukan penelitian selama setahun ke depan sebelum melakukan penggalian.Kota Mexico City selama ini memang menyimpan banyak peninggalan puing-puing zaman pra-Hispanic (sebelum bangsa Spanyol masuk wilayah Amerika Latin). Pada bulan Oktober lalu juga ditemukan altar Aztec abad ke-15 di pusat Kota Zocalo dan batu altar seberat 12 ton dekat jalur lalu lintas di pusat kota.Suku Aztec dikenal suka berperang, sangat religius, dan banyak membangun monumen-monumen, serta mendominasi kerajaan yang luasnya dari Teluk Meksiko hingga Samudera Pasifik. Wilayah Meksiko saat ini sebagain besar adalah wilayah kekuasaan bangsa Aztec.Sejarah mencatat, penguasa Iztapalapa, Cuitlahuac, nyaris membinasakan Cortes dan pasukan Spanyol dalam peristiwa yang disebut Malam Kesedihan pada tahun 1520. Namun, peperangan dikuasai Cortes yang kemudian menghancurkan seluruh kota.  

 

   Komputer Baru Dikirim ke Stasiun Antariksa

Sistem komputer utama ISS tersebut mati Juni lalu saat tujuh awak misi STS-117 Atlantis tengah merapat ke sana. Akibat , sempat diputuskan kondisi darurat selama beberapa hari dan navigasi ISS bergantung pada sistem jet pendorong di modul milik AS dan wahana ulang alik. Selain itu, kerusakan tersebut juga menyebabkan pengaturan oksigen dan air terganggu sehingga bahkan sempat ditetapkan kemungkinan evakuasi seluruh awak.Dua kosmonot Russia yang bertugas di ISS, Oleg Kotov dan komandan Fyodor Yurchikhin saat itu akhirnya berasil mengatasi kerusakan tersebut setelah lembur beberapa hari untuk melakukan bypass rangkaian listrik yang memasok energi ke komputer.  Penggantian komputer akan dilakukan setelah awak misi Ekspedisi 15 menggunakan wahana Endeavour merapat ke ISS minggu depan. Jika lancar sesuai rencana, wahana ulang alik Endeavour milik NASA akan diluncurkan pada 7 Agustus.Selain membawa komputer baru, Progress 26 juga membawa pasokan logistik untuk tiga awak ISS yang sekarang bertugas di orbit. Logistik seberat sekitar 2,5 ton terdiri dari 725 kilogram bahan bakar roket, 50 kilogram oksigen, dan 224 kilogram air, makanan, pakaian, serta suku cadang dan instrumen lainnya. Pasokan logistik untuk ISS yang lebih banyak lagi akan menyusul dibawa Endeavour. 

 

   Ubur-ubur Rekayasa Berkepala 12

Ubur-ubur dikenal sebagai hewan dengan banyak tentakel, namun seperti apa jadinya kalau kepalanya 12. Hal tersebut telah dilakukan para ilmuwan dengan mengotak-atik gen tertentu di tubuh hewan laut yang bertubuh bening tersebut. Untuk menumbuhkan 12 kepala, para ilmuwan di Jerman mengendalkan gen bernama Cnox pada benih ubur-ubur. Gen inilah yang mengontrol pembentukan seluruh anggota tubuh ubur-ubur yang bagian utamanya berbentuk payung dengan banyak tentakel sejak masa pertumbuhan embrio. Gen ini memiliki fungis mirip dengan gen Hox pada manusia yang mengendalikan pembentukan tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh lainnya.Percobaan tersebut dilakukan pada spesies ubur-ubur Hydromedusa Eropa (Eleutheria dochotoma) yang diambil dari daerah selatan Perancis. Pada mitologi Yunani, Hydra adalah monster berkepala banyak, sementara medusa memiliki rambut dari ular.Ilmuwan mendesain molekul RNA yang secara spesifik menonaktifkan gen Cnox di lingkungan air laut. Normalnya, tingkat salinitas tubuh hewan ini mampu mencegah molekul RNA tersebut masuk ke dalam sel. Namun para ilmuwan telah menambahkan sejumlah air murni dalam larutan air laut agar ubur-ubur masih dapat bertahan hidup dan RNA dapat masuk. Dengan cara menonaktifkan satu gen Cnox yang disebut dengan Cnox-3, dua kepala biasanya dapat terbentuk, dan keduanya dapat berfungsi secara optimal. Misalnya untuk mengolah makanan. Sedangkan dengan mennonaktifkan gen lainnya, yakni Cnox-2, lebih dari dua kepala bisa terbentuk. “Hingga berjumlah selusin,” kata Bernd Schierwater, ahli biologi evolusi dan zoologi invertebrata dari Hanover University of Veterinary Medicine, Jerman. Ia dan rekannya Wolfgang Jakob, yang juga berasal dari Hanover, mendeskripsikan hasil temuan mereka di jurnal PLoS One edisi online 1 Agustus.JarangHewan berkepala banyak sangat jarang ada di alam. Hal tersebut menunjukkan bahwa dua atau lebih kepala dalam satu badan memang tidak lebih baik daripada hanya satu kepala. Memiliki lebih dari satu kepala harus dibayar dengan ongkos tinggi dan tidak menghasilkan benefit yang sebanding.Salah satu jenis hewan yang secara alami masih membentuk banyak kepala adalah koral. Hewan lunak yang membentuk karang ini biasanya membentuk koloni dengan menambah kepala pada suatu gagang. Satu sama lain saling berikatan pada perutnya, seperti yang terjadi pada ubur-ubur yang direkayasa oleh para ilmuwan.Ubur-ubur dan koral punya hubungan yang erat karena keduanya adalah karnivora yang masuk dalam satu grup yang disebut cnidarians (bisa diartikan penyengat) karena tentakel mereka yang beracun. Schierwater menduga bahwa nenek moyang dari koral dan organisme berkoloni lainnya telah mengadaptasi gen yang berhubungan dengan replikasi kepala sejak lama dalam cara tertentu.Dengan mengetahui gen yang mengendalikannya, para ilmuwan mampu menunjukkan bagaimana suatu koloni organisme berkepala banyak alami pertama kali berasal. Jadi tak perlu heran kalau ada legenda tokoh pewayangan yang disebut Dasamuka (berkepala sepuluh).  

 

  Dinosaurus Muda Lindungi Diri dengan Perisai

Titanosaurus termasuk salah satu makhluk terbesar yang pernah berjalan di Bumi, dengan beberapa ekor di antaranya mencapai berat lebih dari 100 ton. Uniknya, hewan raksasa ini diselubungi sisik seperti perisai, yang kegunaannya masih misterius untuk hewan sebesar ini.Namun penelitian terhadap embrio Titanosaurus memunculkan dugaan bahwa sisik perisai itu berguna untuk melindungi sang raksasa saat masih muda dari ancaman pemangsa-pemangsa buas masa itu.
 
Paeontolog Thiago Marinho dari Universitas Federal Rio de Janeiro telah menganalisa telur-telur Titanosaurus yang ditemukan di Patagonia, Argentina tahun 1997. Embrio di dalam telur-telur tersebut memiliki kulit yang berhiaskan tonjolan-tonjolan. Seperti halnya sisik pada kulit embrio alligator, sisik-sisik dinosaurus ini mungkin akan tumbuh menjadi keras menjadi perisai sisik yang dikenal sebagai osteoderm.
Tapi osteoderm yang tampak pada Titanosaurus dewasa terlalu kecil dan rapuh untuk bisa memberikan perlindungan. Menurut Marinho, perisai tubuh seperti itu lebih efektif dipakai oleh dinosaurus muda daripada yang dewasa, melindunginya dari gigitan pemangsa seperti theropoda – dinosaurus pemakan daging seperti T-rex – serta pemangsa serupa buaya yang dikenal sebagai crocodyliforms.Perisai semacam itu pastilah sangat membantu Titanosaurus muda, mengingat tidak ada bukti fosil yang menunjukkan Titanosaurus mengasuh anak-anaknya.”Meski Titanosaurus adalah salah satu hewan darat terbesar di dunia, tapi harus diingat bahwa mereka lahir dari telur-telur berdiameter 30 sentimeter,” kata Marinho. Walau telur-telur itu sangat besar untuk ukuran masa kini, namun anak dino yang menetas darinya tetap tidak bisa melawan serangan dinosaurus pemangsa. Namun hewan-hewan itu memiliki sistem pertahanan efektif untuk menghalau pemangsa kecil bila mereka dilapisi perisai yang terbuat dari osteoderm.Dikatakan Marinho, seiring dengan pertumbuhannya, Titanosaurus menyerap sebanyak mungkin kalsium untuk membentuk tulang-belulang raksasanya. Kalsium itu diambil dari makanan dan juga dari osteoderm, sehingga sisik bertulangnya menjadi makin porus dan berongga.“Ini mirip yang terjadi pada keluarga buaya, terutama yang masih muda. Mereka menyerap kalsium dari osteoderm bila makanannya tidak mengandung kalsium yang diperlukan untuk pertumbuhannya,” ujarnya. “Ketika dinosaurus tumbuh, sisik tulangnya menjadi sekedar aksesoris karena ia telah memiliki sistem pertahanan berkat tubuh besarnya.”Dinosaurus lain yang juga memiliki sisik keras adalah theropoda pemangsa Carnotaurus. Kemungkinan, sisik ini juga berfungsi untuk mlindunginya dari predator lain.

 

  Laut Indonesia Serap 43,6 Persen Karbon Dioksida Dunia

Dengan terumbu karang memanjang hingga 75.000 kilometer persegi serta 6,7 juta hektar lahan konservasi, wilayah laut Indonesia berkontribusi menyerap 43,6 persen karbon dioksida (CO2) dunia. “Sepanjang 75 ribu kilometer persegi karang yang ada di Indonesia, termasuk area-area konservasi di Indonesia turut berperan dalam mengurangi CO2,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, pada pembukaan seminar memperingati 50 tahun Deklarasi Djoeanda, di Bidakara, Jakarta, Selasa (31/7).Dia mengatakan kerjasama yang penyelamatan terumbu karang di kawasan Pasifik telah mampu mengkonservasi delapan juta hektar, dimana 6,7 juta hektar lahan merupakan lahan Indonesia. Target Indonesia pada tahun 2010 nanti mampu mengkonservasi 10 juta hektar terumbu karang, dan pada 2020 diharapkan telah mencapai 20 juta hektar.“Kalau kita bisa siapkan 50 juta hektar kawasan konservasi di laut, kita bisa membantu dalam rangka penyelamatan bumi untuk kawasan Asia Pasifik,” ujar dia. Momentum konferensi mengenai perubahan iklim di Bali pada Desember 2007, menurut Freddy, akan digunakan untuk menyampaikan kontribusi yang telah dilakukan Indonesia dalam mengurangi CO2.Karena itu, Freddy mengatakan, Indonesia sangat berkepentingan untuk meminta perubahan mekanisme perdagangan karbon yang ada, yakni mekanisme bantuan yang diterima Indonesia dapat dirubah menjadi hibah. Saat ini Indonesia diberikan pinjaman untuk melakukan konservasi sebesar 60 juta AS dolar untuk tiga tahun.Padahal keberhasilan penyerapan karbon dioksida di kawasan Indonesia menyumbang 43,6 persen penyerapan karbon. “Diharapkan negara yang berkontribusi dari laut untuk konservasi ini diberi hibah bukan pinjaman. Begitu pula dengan negara lain yang melakukannya,” ujar dia.

 

   China Jual Kotoran Panda Sebagai Suvenir Olimpiade

BEIJING, SELASA – Tak heran bila bangsa China dikenal sebagai pedagang yang ulet. Apa pun bisa mereka jual. Termasuk yang satu ini: kotoran panda! Sebuah pusat penelitian kehidupan liar China memunculkan ide untuk mencari keuntungan dari kotoran panda dengan cara menjualnya sebagai kenang-kenangan Olimpiade.Para peneliti di Chengdu, ibukota propinsi Sichuan yang bergunung-gunung, telah membuat bingkai foto, pembatas buku, patung panda, dan barang-barang lain dari 300 ton “sisa” pembuangan 60 ekor panda tiap tahun, demikian diungkapkan media negara, Selasa (31/7).
 
Jing Shimin, asisten direktur pusat penelitian panda, bahkan dengan bangga memberi jaminan bahwa suvenir dari kotoran panda itu akan bebas bau. “Barang-barang itu tidak akan berbau karena 70 persen kotoran berupa potongan bambu yang tidak bisa dicerna panda,” katanya pada kantor berita Xinhua.
“Kami dahulu menghabiskan biaya setidaknya 6.000 yuan tiap bulan untuk membuang kotoran itu. Tapi kini (kotoran) itu ternyata mendatangkan untung karena sebagian akan dijual sebagai suvenir.”Tidak ingin kehilangan momen Olimpiade, pusat penelitian itu kini sedang mencoba mencetak kotoran panda menjadi patung panda atletik yang menggambarkan beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade 2008.Adapun jual beli barang dari kotoran panda bukan hal yang baru pertama kali ini dilakukan. Sebelumnya, sebuah kebun binatang di Thailand telah menjual kertas warna-warni yang terbuat dari “sisa-sisa” dua panda mereka.

 

  Payung Canggih Bisa Meramal Hujan

NEW YORK, SELASA – Sedia payung sebelum hujan. Pepatah tersebut tak lagi bermakna kiasan dan benar-benar lugas maksudnya ketika sebuah perusahaan AS mengembangkan payung peramal cuaca.Payung tersebut kini tak hanya berguna saat hujan turun, namun memberitahukan pemiliknya ramalan cuaca di tempatnya berdiri dan berbagai wilayah lainnya. Gagang payung dilengkapi perangkat elektronika yang menampilkan data-data ramalan cuaca 150 kota besar di AS.Payung canggih ini dikembangkan Ambient Devices, perusahaan di Cambridge, Massachusetts, yang didirikan sejak tahun 2001 untuk mengkomersialkan hasil-hasil penelitian di Media Lab Massachusetts Institute of Technology (MIT). Ambient Devices, yang sudah berpengalaman mengintegrasikan informasi dari Internet ke berbagai produk elektronika, memasang alat penerima sinyal radio di gagang payung. Alat tersebut menerima data-data dari situs ramalan cuaca Accuweather.com melalui jaringan nirkabel WiFi yang sudah tersebar di berbagai sudut kota.Jika diramalkan akan terjadi hujan 12 jam lagi, gagang payung akan menyala. Jika lampu berkedip-kedip pelan artinya hujan ringan tapi jika sangat cepat berarti akan datang badai. Jurubicara perusahaan Mark Prince menyatakan produk payungnya yang diberi nama Ambient Umbrella merupakan terobosan yang menghadirkan kemudahan memperoleh informasi ke perangkat sehari-hari.“Anda dapat menaruh payung ini di dekat pintu, di tempat payung, dan saat akan keluar ia memberitahukan apakah Anda perlu membawanya atau tidak,” ujar Prince. Alat elektronika di payung tersebut dioperasikan dengan tenaga baterai dan layanannya harus diaktifkan secara berlangganan. Harga setiap unitnya sekitar 140 dollar AS.   

 

  Listrik Mati, Lampu Ponsel Bantu Operasi

BUENOS AIRES, SENIN – Cahaya lampu dari layar ponsel ternyata sangat berguna di saat-saat darurat. Sebagian dari Anda mungkin sudah pernah menggunakannya sebagai sumber penerangan sementara saat lampu padam. Itu masih belum seberapa karena di Argentina lampu ponsel bahkan sempat dipakai untuk membantu sebuah operasi pembedahan.Bayangkan kalau Anda dokter bedah yang sedang melakukan operasi, lalu tiba-tiba listrik mati dan semuanya menjadi gelap gulita. Situasi seperti itu dialami tim dokter di Policlinico Juan D. Peron, rumah sakit utama Villa Mercedes, kota kecil di Provinsi San Luis, Argentina saat melakukan pembedahan terhadap pasien usus buntu.Seperti diberitakan televisi lokal TN yang dikutip AP, Sabtu (28/7), Leonardo Molina (29) tengah dibedah di meja operasi pada 21 Juli 2007 lalu karena usus buntunya harus dipotong. Namun tiba-tiba lampu di ruangan operasi padam karena jaringan listrik mati. Generator yang menjadi sumber energi tidak bekerja. Lalu apa yang dilakukan? Ternyata tim dokter memilih melanjutkan pembedahan dengan cahaya seadanya. Tak ada lampu sorot, lampu ponsel pun bisa. Saat dokter bedah dan anestetis menunggu di kegelapan, seorang anggota keluarga pasien berinisiatif mengumpulkan beberapa ponsel dari orang-orang sekitarnya dan menyalakannya di dekat tubuh pasien untuk memberikan penerangan darurat.Cahaya darurat dari beberapa ponsel itu dipakai sampai proses pembedahan selesai. Kakak Leonardo, Ricardo Molina (39), memperkirakan cahaya darurat dipakai sekitar satu jam, namun Direktur Rumah Sakit Dario Maurer mencatat peristiwa pembedahan dalam gelap itu hanya berlangsung selama 20 menit.Beruntunglah Leonardo, pembedahan lancar. Coba kalau dokter bedah salah potong, bisa berabe dong. 

 

   Palapa Ring Indonesia Timur Terealisasi Tahun 2008

BANDUNG, KOMPAS–Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh mengatakan di Bandung, Senin (30/7) bahwa Indonesia sedang membangun Palapa Ring. Proyek jaringan komunikasi yang dimulai dari wilayah Indonesia timur ini  akan teralisasi pada tahun 2008. Palapa Ring adalah jaringan serat optik yang digelar di dasar laut dalam bentuk cincin yang terintegrasi. Palapa Ring dibangun untuk memperlancar akses ke dunia maya dan diharapkan bisa menumbuhkan aktivitas ekonomi, budaya.
 
Menurut Nuh, Palapa Ring akan dibangun dari Indonesia bagian Timur sepanjang 10.000 kilometer.  Mengingat Indonesia bagian timur belum memiliki jaringan serat optik yang tergelar. Nantinya, serat optik di Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur akan terintegrasi.
Sedangkan Palapa Ring bagian barat lebih pada pengintegrasian jariungan yang ada. Sudah cukup banyak jaringan serat optik yangt digelar namun satu dengan lainnya tidak membentuk ring atau sendiri-sendiri.
 
“Dibutuhkan dana Rp 4 triliun untuk membangun Palapa Ring di Indonesia Timur tersebut dan dananya disediakan oleh konsersium yang terdiri dari tujuh perusahaan, antara lain PT Telkom, PT Indosat, PT Excelkomindo Pratama, PT Bakrie Telecom, dan lainnya,” ujar Nuh.
  

 

   Kuda Tertinggi dan Terkecil di Dunia Beda Tinggi 1,5 Meter

Kuda adalah salah satu hewan yang sangat dekat dengan kehidupan manusia, sebagai tunggangan, penarik delman, dan tenaganya dimanfaatkan untuk banyak keperluan lainnya. Ukuran tubuhnya sangat bervariasi tergantung jenisnya.Ada yang sangat tinggi seperti jenis-jenis kuda balap sampai-sampai untuk menaikinya, penunggangnya perlu bantuan orang lain taua dari tempat yang lebih tinggi dari tempat kuda berdiri sebagai pijakan pertama. Namun, ada juga yang lebih kecil dari tubuh manusia. Di antara kuda-kuda tersebut, ada yang paling tinggi dan ada yang paling kecil. Untuk pertama kalinya, kuda yang berukuran tubuh paling kecil dan kuda yang paling tinggi berfoto bersama dalam Buku Rekor Dunia Guiness edisi 2008. Buku yang akan mulai dijual 7 Agustus 2007 ini menampilkan seekor kuda tertinggi bernama Radar dan Thumbelina sebagai kuda terkecil di dunia.Beda tinggi kedua jenis kuda mencapai lebih dari 1,5 meter. Radar merupakan jenis kuda Belgia yang tinggi tubuhnya 1,95 meter. Sedangkan Thumbelina yang hanya setinggi 43,75 centimeter merupakan jenis kuda sorrel betina yang rambutnya merah kecoklatan. Kalau mau dijadikan kuda tunggangan, dua-duanya sama susahnya bukan?

 

   Ikan Purba di Sulawesi Mulai Diteliti

MANADO, SENIN – Seekor ikan Coelacanth yang ditangkap di Sulawesi dua bulan lalu mulai diteliti. Gabungan ilmuwan dari Prancis, Jepang, dan Indonesia telah melakukan rekonstruksi penangkapan ikan tersebut dan melakukan otopsi terhadap bangkainya sebelum dilakukan uji genetika.Ikan tersebut ditangkap seorang nelayan bernama Justinus Lahama dan puteranya Delvy saat melaut pada 19 Mei 2007. Untuk mengetahui proses penangkapan ikan tersebut, para pakar biologi Prancis mengajak Lahama untuk merekonstruksi penangkapan tersebut minggu lalu.Dilengkapi peralatan sonar dan GPS, mereka naik ke perahu yang sama dan menyusuri Sungai Malalayang di pinggiran Kota Manado. Seperti pagi-pagi sebelumnya, perahu menuju ke laut lepas dan mereka mencari ikan sampai jarak 200 meteran dari bibir pantai.“Saya segera melepaskan pancing seperti biasanya berisi tiga mata kail, sekitar kedalaman 110 meter dan setelah tiga menit kemudian saya merasa mendapat tangkapan besar,” ujar Lahama. Untuk menariknya sangat berat, lanjutnya, dan ia merasa mendapat perlawanan dan sempat mengira mengangkat batu karang. Setelah berupaya selama 30 menit, iia baru sadar memperoleh tangkapan besar yang terlihat di pada kedalaman 20 meter. Lahama kemudian berhasil mengangkat ikan purba yang pernah diperkirakan punah jutaan tahun lalu itu seberat 50 kilogram dan panjang 1,3 meter. Lokasi penangkapan yang sangat dekat dengan pantai dan pada kedalaman seratusan meter mencengangkan para ilmuwan. Yang menjadi pertanyaan apakah ikan-ikan Coelacanth di Indonesia hidup di perairan dangkal? Sebab, ikan sejenis yang juga pernah ditemukan di Kepulauan Komoro, Afrika diketahui hidup dalam gua-gua karang di laut dalam.Setelah mewawancarai Lahama, para peneliti di bawah dukungan Institut Pengembangan dan Riset Prancis membawa ikan tersebut dan melakukan otopsi. Penelitian akan dilanjutkan dengan analisis genetik. Selanjutnya, ikan tersebut akan tetap diawetkan dan disimpan di sebuah museum di Manado.  Munculnya ikan-ikan Coelacanth di Indonesia mengagetkan  para ahli ikan dunia untuk kedua kalinya. Sebab, sebelumnya mereka menduga jenis ikan tersebut telah punah di zaman dinosaurus karena hanya diketahui dari bukti-bukti fosilnya yang berusia hingga 360 juta tahun sebelum ditemukan seekor ikan ditemukan pada tahun 1938 di Afrika. Setelah penemuan itu, mereka juga menduga ikan-ikan yang tersisa hanya hidup di Afrika khususnya kepulauan Komoro.Ikan yang ditangkap Lahama merupakan tangkapan kedua dalam keadaan hidup-hidup di Indonesia. Tangkapan pertama pada tahun 1998 juga di perairan sekitar Manado dan saat ini disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense di Cibinong. Sejumlah ahli dari Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia dan peneliti asing sebelumnya juga sempat merekam keberadaan beberapa ikan yang masih hidup di dasar laut menggunakan kamera bawah laut di perairan Sulawesi. 

 

  Organ Buatan Tertua Dibuat di Mesir

Bangsa Mesir Kuno yang dikenal dengan kemajuan peradabannya ternyata juga telah mengenal organ buatan. Sebuah jempol palsu yang ditemukan di kaki salah satu mumi di sana mungkin merupakan organ buatan tetua di dunia.Jempol palsu ditemukan di mumi seorang wanita yang tersimpan dalam sebuah kuburan dekat kota kuno Thebes pada tahun 2000. Para arkeolog memperkirakan wanita yang mati pada usia 50 hingga 60 tahun tersebut mendapatkan organ buatan setelah jempol aslinya rusak karena penyakit diabetes. Organ buatan dari bahan kayu yang dilapisi kulit di Museum Kairo itu diperkirakan berumur antara 1.069-664 sebelum Masehi sesuai umur artefak yang juga ditemukan di dalam kuburan tersebut. Artinya, jempol tersebut lebih tua daripada organ buatan tertua yang diketahui selama ini yakni kaki Capua dari Roma. Organ buatan bangsa Roma pada tahun 300 sebelum Masehi itu terakhir tersimpan di Royal College of Surgeon Inggris namun rusak karena fasilitas tersebut dijatuhi bom saat Perang Dunia II.       “Jika organ buatan tersebut terbukti digunakan untuk membantu berjalan maupun keseimbangan tubuh, sejarah kedokteran mengenai organ buatan lebih tua 600 hingga 700 tahun dan dipelopori bangsa Mesir Kuno,” ujar Jacky Finch, peneliti dari Universitas Manchester Inggris. Nyatanya, jempol palsu tersebut mungkin memang digunakan saat wanita tersebut masih hidup sebab dibuat rapi dengan tiga kaitan ke kaki. Selain itu, bekas amputasi di ujung jempol juga kelihatannya diobati dengan baik sebelum dipasang organ buatan.Sebelumnya, jempol palsu juga pernah ditemukan di Mesir yang berasal antara 1.295-664 sebelum Masehi. Replikanya, tanpa mumi, yang diberi nama Greville Chester Great Toe sesuai nama kolektornya yang menyerahkannya ke British Museum pada tahun 1881 terbuat dari bahan kertas tebal, lem, dan plester.Jempol palsu ini juga sepertinya telah dipakai penggunanya saat masih hidup dan tidak hanya dipasang saat proses mumifikasi saja. Bedanya, jempol Greville mungkin hanya sekedar dipakai sebagai kosmetik karena tidak dibuak sekuat jempol kaki yang disimpan di Kairo.Bangsa Mesir Kuno diketahui sering membuat organ buatan untuk mayat-mayat yang dimumikan sehingga harus dipasikan mana organ yang memang digunakan sebagai organ buatan dan mana yang tidak. Sebab, bangsa Mesir Kuno yakin dengan Teologi Osiris, dewa kematian, yang menyatakan bahwa tubuh harus lengkap agar berguna saat dibangkitkan kembali. Para ilmuwan sejauh ini juga menemukan organ buatan pada mumi-mumi seperti kaki, hidung, telinga, bahkan penis. Untuk memastikan apakah organ-organ yang ditemukan digunakan saat penggunanya masih hidup, para ilmuwan akan mengujinya akhir tahun ini. Untuk menguji jempol kaki palsu, mereka telah mencari sukarelawan yang jempolnya rusak untuk dipasangi replika dengan bahan yang sama dan mempelajari apakah organ tersebut benar-benar berfungsi. 

 

  Rahang Wombat Raksasa Ditemukan di Australia

SYDNEY, SABTU – Hewan yang berbentuk seperti wombat namun berukuran raksasa pernah hidup di daratan Australia 20.000-40.000 tahun lalu. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan tulang rahang salah satunya.Fosil tersebut ditemukan seorang pemandu wisata di Gua Jenolan, kawasan Blue Mountain, bagian barat Sydney. Hewan yang dikenal dengan nama diprotodon itu merupakan jenis marsupial (hewan berkantung) purba, salah satu fauna raksasa yang pernah menghuni benua Australia zaman prasejarah.Diprotodon dapat tumbuh hingga tinggi dua meter, panjang tubuh tiga meter, dan berat tiga ton. Sedangkan tubuh wombat yang masih hidup saat ini hanya memiliki panjang satu meter, tinggi 25 centimeter, dan berat antara 20-45 kilogram.Di kawasan Gua Jenolan sebelumnya memang ditemukan hewan-hewan raksasa lainnya namun baru kali ini ditemukan diprotodon dekat Sydney. Paleontolog dari Universitas New South Wales, Michael Archer, yakin penemuan ini akan terus berlanjut hingga ditemukan jejak populasinya di masa lalu.   “Jika sekarang hanya ada satu tulang rahang, di sana pasti ada lebih banyak lagi dan secara teori menjadi awal penemuan deposit yang sangat besar,” ujarnya. 

 

  Perhutani Akan Hijaukan Pulau Jawa

YOGYAKARTA, SENIN – Perum Perhutani akan menghijaukan Pulau Jawa dengan menanam pohon pada lahan kosong seluas 565 ribu hektare sebelum 2010. Target tersebut disampaikan direktur utamanya, Transtoto Handadari usai peresmian Kantor Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah Jawa Madura di Yogyakarta, Senin (30/7). Ia mengatakan proses penghijauan sudah dilakukan Perhutani sejak 2003 yang hingga 2007 sudah mencapai areal 550 ribu hektare. Program ini dilakukan sebagai upaya Perhutani untuk menjadi pengelola hutan tropis terbaik di dunia.Menurutnya untuk menjadi pengelola hutan tropis terbaik di dunia, perusahaan ini tidak hanya bisa menebang, tetapi juga menanam kembali. Misalnya kalau ditebang 6.000 pohon, akan ditanam kembali dengan 60.000 pohon.“Tujuan ini yang harus dicapai sehingga penilaian dunia terhadap pengelolaan hutan khususnya di Jawa yang selama ini negatif bisa berubah dengan hijaunya hutan di Jawa sebelum 2010,” katanya. Perum Perhutani ingin hutan di Jawa tetap lestari karena jutaan  rakyat mengantungkan hidup dari hasil hutan dan produk sampingannya.  

 

  Ilmuwan Mancanegara ke Cibodas dan Bogor

BOGOR, KOMPAS – Sebanyak 13 ilmuwan tumbuhan lumut (bryologist) dari sembilan negara mengunjungi taman lumut pertama di dunia yang terdapat di Kebun Raya Cibodas, Cipanas, Jawa Barat, Minggu (29/7). Mereka juga akan mengunjungi Taman Nasional Gede Pangrango dan Kebun Raya Bogor. Para ilmuwan tersebut berasal dari Australia, Selandia Baru, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Brasil, Inggris, Panama, dan Belanda. Mereka adalah rombongan dari peserta Konferensi Lumut Internasional yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 23-27 Juli, yang diikuti 126 ilmuwan dari 29 negara. Salah satu pesertanya adalah Eka Aditya, ilmuwan dari Kebun Raya Cibodas (KRC) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Menurut Eka, kunjungan ke Cibodas dan Bogor merupakan kunjungan studi lapangan para peserta konferensi. Mereka baru mengetahui bahwa Indonesia memiliki taman lumut. Kunjungan studi lapangan yang dijadwalkan penyelenggara konferensi sebetulnya hanya akan melihat lumut yang tumbuh di Cameron Highland dan Gunung Kinabalu di Malaysia. “Konferensi lima hari itu membahas berbagai aspek lumut, mulai dari jenis sampai nilai ekonomis tumbuhan tersebut. Kami juga tahu hasil penelitian ilmuwan yang telah dilakukan ilmuwan mancanegara,” ungkap Eka. Para ilmuwan tersebut kagum dan menghargai upaya manajemen dan karyawan KRC yang berhasil menghadirkan keragaman lumut dalam satu taman tematik itu. Kondisi tersebut memudahkan para ilmuwan untuk melihat dan menelitinya. Mereka antusias melihat Sphagnum gedeanum, jenis lumut yang hanya ada di Gunung Gede, yang juga menjadi koleksi Taman Lumut KRC. Jessica Beever, ilmuwan dari Selandia Baru, yang memperdalam lumut genus Fissidens, terkejut ketika melihat lumut jenis Fissidens nobilis. “Saya tidak menduga jenis yang ada di sini berdaun lebih lebar daripada yang ada di negara saya,” kata Beever, yang juga sudah menulis sebuah buku tentang tumbuhan lumut Selandia Baru. Kepala KRC Holif Imamuddin mengatakan, taman lumut adalah salah satu taman tematik KRC yang diresmikan pada April 2006. Taman seluas 250 meter persegi itu kini memiliki 212 jenis lumut. “Belum semua lumut yang ada di Indonesia terwakili di sini. Saat ini baru lumut yang kami ambil dari dalam dan sekitar KRC dan Taman Nasional Gede Pangrango,” ujar Holif Imamuddin. Ia menambahkan, tujuan awal membangun taman lumut adalah untuk memudahkan ilmuwan dalam negeri mempelajari lumut Indonesia. “Di luar negeri lumut sudah banyak diteliti para ilmuwan untuk kepentingan penemuan obat-obatan dan medis lainnya,” katanya.  

 

  Mengangkasa Bersama Vista

JAKARTA, KCM – Langit cerah, hanya terlihat sedikit awan di angkasa. Angin yang bertiup pelan dan limpahan cahaya Matahari memberi pandangan luas dari dalam kokpit pesawat Boeing 737-800 yang nyaman. Namun kemewahan itu tidak cukup membuatku tenang. Ini adalah kali pertama aku menerbangkan pesawat berbadan besar. Detik-detik menegangkan menunggu ijin dari Menara Air Traffic Control untuk memasuki landasan pacu serasa begitu lama.Soekarno-Hatta Ground Control, Garuda Seven Three Seven requests taxi for takeoff,” ucapku kurang yakin.Garuda Seven Three Seven, Soekarno-Hatta Ground, taxi to runway two-four,” jawab menara ATC.Garuda Seven Three Seven, roger, taxi runway two-four,” aku menimpali, sambil menggenggam thrust dan melihat sekilas pada deretan instrumen di hadapanku. Kugeser thrust perlahan ke depan, cukup dengan kecepatan 5 knot, dan pesawat maju perlahan. Desir mesin yang halus serasa ikut mengalir dalam darahku, menuju tangan, mengarahkan pesawat menuju landas pacu.Dalam gerakan lambat dari apron menuju runway terlintas kembali pelajaran-pelajaran terbang yang pernah kulalui. Masih terbayang seorang senior pernah berkata, “The sky is wide, but there’s no place for error”, langit luas, tapi tidak ada tempat untuk (melakukan) kesalahan. Makin deras pula peluh mengalir walau pengatur suhu di kokpit menunjuk angka 20 derajat Celcius.Di ujung runway, terbentang lebar langit biru yang mempesona. Masih langit yang sama, namun memiliki nuansa berbeda karena aku akan mengarunginya menggunakan pesawat besar ini. “Soekarno-Hatta Tower, Garuda Seven Three Seven is ready for takeoff,” kataku sambil menarik nafas dalam-dalam.Bersamaan dengan jawaban, “Garuda Seven Three Seven, cleared for takeoff. Contact Jakarta Departure when ready”, kugeser thrust lebih maju, menggerakkan roda-roda pesawat dalam putaran cepat. Layar digital menunjukkan kecepatan 40 knot, 60 knot, 80, 120, 145 knot, dan aku harus memutuskan untuk terbang karena melewati kecepatan itu tidak mungkin lagi untuk abort. Beberapa detik kemudian, saat kecepatan mencapai 155 knot tanganku meraih yoke, menariknya mundur untuk mengangkat hidung pesawat.Cakrawala dengan cepat hilang dari pandangan ketika hidung pesawat naik 20 derajat. Terdengar sentakan tanda roda-roda B737 tidak lagi menyentuh landasan, dan masuklah aku ke wilayah dimana tidak boleh ada kesalahan. Getaran-getaran halus terasa saat pesawatku menembus udara dan mencapai ketinggian 5000 feet. Saatnya melepas kemudi untuk dialihkan pada pilot otomatis, ketika terdengar suara tepuk tangan tanda aku berhasil lepas landas.Tepuk tangan? Ya. Karena itu pengalaman lepas landas pertama kali lewat simulasi komputer, bukan menggunakan pesawat sesungguhnya. Namun jangan anggap enteng dulu, karena rasa gugup itu benar muncul ketika kita memainkan simulasi yang mirip kenyataannya. Adalah Microsoft Flight Simulator X yang membuat kita serasa menerbangkan pesawat sesungguhnya, apalagi bila bermainnya menggunakan khusus dan di ruang yang mirip kokpit pesawat.Faktor utama yang membuat permainan ini nampak nyata adalah keunggulan grafisnya, yang mampu menghadirkan pandangan seolah kita berada pada situasi sebenarnya. Sebagai contoh, dalam layar simulator, bila kita terbang di atas lautan, akan tampak pantulan cahaya Matahari di air layaknya bayangan air bila dilihat secara langsung. Resolusi yang ditampilkan dalam Flight Simulator X telah dilipatkalikan empat dari versi sebelumnya, sehingga memunculkan gambaran nyata. Bila seri keluaran tahun 2004 hanya memunculkan 600 item dalam satu kilometer bidang, maka versi ini memasukkan 6000 item. Tak heran bila bukit dan lereng pun terlihat berkontur dan tertutup tanaman.Selain itu, guna menambah kesan nyata, kondisi lokasi dalam permainan ini dibuat mirip aslinya. Ada 24 juta jalanan atau lokasi yang ditampilkan sesuai kondisi sebenarnya. Maka bila kita terbang dari Bandara Adisutjipto di Yogyakarta, akan tampak gunung di depan landasan pacu yang tak lain adalah Merapi. Juga rasi-rasi bintang yang sesuai posisi saat kita terbang malam. Ini semua antara lain berkat penggunaan teknologi grafis yang didukung DirectX 10 dan sistem operasi Windows Vista.Memang, mengingat kerumitan grafisnya, game ini baru apik bila dimainkan menggunakan platform yang memadai. Contohnya, dengan Windows Vista digabung prosesor 1GHz dan RAM 512 MB minimal. Tambahan sound sistem yang hebat akan memberi efek pada penghadiran suasana. Sedangkan alat permainan yang tepat akan membuatnya makin mirip dengan aslinya.”Dengan teknologi DirectX 10, efek visual dalam game menjadi lebih hidup, lebih realistis, dan membuat pengalaman bermain gamepun menjadi lebih menggelegar. Bagi para developer games, hal ini juga merupakan peluang yang terbaik untuk melahirkan game-game generasi terbaru yang lebih realistis dibandingkan sebelumnya.” Hermawan Sutanto, Sr. Product Marketing Manager PT Microsoft Indonesia. Dikatakan Hermawan, kemajuan ini diharapkan berdampak pada pasar PC, di mana keasyikan bermain game akan mendongkrak penjualannya. “Pasar konsumer IT di Indonesia memiliki potensi yang cukup baik. Rriset internal yang pernah kami lakukan tahun 2006 menunjukkan bahwa 43% dari konsumer di Jakarta berencana membeli PC dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Dan 56% pembeli PC di Jakarta berniat menggunakan PCnya untuk bermain game. Sementara dari riset internal 40% gamers berkeinginan membeli Windows Vista sebagai operating system dalam PCnya walaupun Windows Vista masih relatif baru. Berdasarkan hal tersebutlah, maka kami memberikan perhatian khusus bagi pasar konsumer khususnya pasar PC yang digunakan untuk bermain game.”Nah, salah satu game unggulan yang diusung Microsoft adalah Flight Simulator. Tampilan game yang sangat apik bila dijalankan di Windows Vista diharap bakal mendorong konsumen untuk memilih sistem operasi tersebut. “Teknologi baru Windows Vista dengan Direct X 10, membuat Windows Vista makin ditunggu-tunggu oleh pasar konsumer terutama penggemar games. Hal ini juga memberikan pengaruh yang positif bagi pasar IT untuk konsumer di Indonesia dengan meningkatkan presentasi penjualan PC,” kata Yos Rifanto, Software Group Product Manager, PT Bhinneka Mentari Dimensi.Dan bila Anda termasuk penggemar game yang ingin mencoba asyiknya terbang, bersiap-siaplah mengangkasa bersama Vista. 

 

  Planet dengan Empat Matahari, Mungkinkah?

Dengan satu Matahari saja, Bumi begitu indah. Terbit dan tengelamnya bahkan dinanti-nanti banyak pelancong di berbagai lokasi wisata. Bagaimana jika ada empat Matahari? Tegoklah sebentar ke konstelasi TW Hydae yang berjarak 150 tahun cahaya dari Bumi. Para astronom mengatakan pemandangan seperti itu mungkin dapat dilihat dari planet yang mungkin terbentuk di piringan debu di sistem empat bintang di rasi bintang tersebut.Sistem perbintangan di sana terbentuk dari dua pasang bintang kembar. Menggunakan pengindera inframerah di teleskop ruang angkasa Spitzer milik badan antariksa AS NASA, para astronom dapat melihat adanya piringan debu yang terbentuk mengelilingi sepasang bintang kembar.   Bayangkan kalau Anda berada di sebuah lokasi di dalam piringan tersebut, maka akan melihat sepasang Matahari yang bersinar terang. Sementara itu sepasang Matahari lainnya memancarkan sinar yang lebih redup dan kelihatan lebih kecil.Secara teori, kumpulan debu angkasa yang mengelilingi bintang kembar bernama HD 98800 merupakan bentuk piringan circumstellar yang menjadi tempat kelahiran planet-planet. Kebanaykan piringan memiliki struktur yang halus dan rapi, namun hasil pengamatan Spitzer memperlihatkan adanya ruang kosong di dalam piringan yang mungkin tetlah tersapu benih planet (protoplanet) yang sudah terbentuk.Para peneliti mempelajari dua sabuk material di piringan circumstellar di sana. Salah satu sabuk material yang berada pada jarak 1,5-2 unit astronomi (1 unit astronomi=jarak Matahari-Bumi=150 juta kilometer) memiliki butiran debu yang halus yang mungkin membentuk planet-planet. Sedangkan sabuk lainnya yang berjarak 5,9 unit astronomi mungkin membentuk asteroid dan komet.  
 
Dunia dengan empat Matahari termasuk jarang ditemui. Para astronom sebelumnya mengira bahwa gaya tarik-menarik antar-bintang yang berdekatan akan menghambat pembentukan planet-planet. Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa benih planet-planet tetap dengan mudah ditemukan seperti halnya di sistem bintang kembar yang lebih umum dijumpai. Sistem dengan tiga bintang juga ada yang terbentuk di alam semesta.
“Karena bintang-bintang muda terbentuk dalam sistem banyak bintang, kami yakin evolusi piringan di sekelilingnya dan kemungkinan terbentuknya sistem planet-planet lebih rumit daripada terbentuknya planet di tata surya kita,” ujar salah satu penelitinya Elise Furlan dari Astrobiology Institute, University of California, Los Angeles, AS.   

 

  Hutan di Jawa Tinggal 10 Persen

SOLO, JUMAT – Hutan di Pulau Jawa sekarang tinggal 10 persen sehingga sebagian besar air hujan yang jatuh itu tidak berhenti meresap ke tanah, tetapi langsung mengalir ke laut.Untuk hutan di Pulau Jawa idealnya mencapai 30 hingga 40 persen dari luas daratan yang ada, kata Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air Departemen Pertanian, Helman Manan, seusai pertemuan teknis pengelolaan air tingkat nasional di Solo, Jateng, Rabu.Ia mengatakan, kondisi waduk secara nasional saat ini masih normal dan untuk pola tanam yang mengandalkan air dari waduk juga masih berjalan biasa.Menyinggung infrastruktur pertanian, dia mengatakan, kurang baik yang menyangkut masalah irigasi pengairan, modal pertanian, dan lain-lainnya.“Air memang banyak memprihatinkan, kita usahakan bagaimana mengelola air lebih baik dan mengoptimalkan kondisi lokasi masing-masing di daerah yang airnya masih bagus,” katanya.Ia mengatakan, berkurangnya lahan pertanian juga mengakibatkan produktivitas dan daya simpan air berkurang. Sejauh ini mengkhawarirkan konversi hutan 100-110 ribu hektare per tahun. Kehilangan lahan sawahnya sebanyak 30 hingga 40 ribu hektare. Padahal kemampuan cetak sawah baru sangat berat dan berakibat produksi padi berkurang. “Krisis air yang harus dilakukan adalah pengembangan waduk, perbaikan waduk, pengembangan irigasi. Anggaran pengolahan lahan dan air tahun 2007 sebesar Rp1,05 triliun untuk 460 kabupaten/ kota dan tahun 2008 dianggarkan Rp1,1 triliun,” katanya. 



{December 19, 2007}   NASA

Endeavour Mendarat Mulus

Satu lagi sejarah ditorehkan dalam dunia keantariksaan. Pesawat ulang alik Endeavour mendarat dengan mulus di Pusat Luar Angkasa Kennedy, Florida, Selasa sore waktu setempat atau Rabu (22/8) pagi WIB, setelah menyelesaikan misi selama 13 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Langit cerah saat Endeavour melaju memasuki atmosfer Bumi. Endeavour terbang melintasi Kosta Rika dan Kuba sebelum mendarat di Florida. Para teknisi Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengembuskan napas lega begitu Endeavour mendarat dengan selamat. Kerusakan kecil pada lempeng pelindung panas tidak mengganggu masuknya Endeavour ke Bumi. Begitu keluar dari pesawat, para astronot disambut dengan hangat. “Anda telah memberi makna baru dalam dunia pendidikan,” kata astronot Chris Ferguson saat menyambut kedatangan ketujuh astronot Endeavour. Keikutsertaan astronot-pendidik Barbara Morgan, guru pertama yang pergi ke luar angkasa, merupakan cerita sukses tersendiri dalam misi NASA kali ini. Morgan berhasil melakukan tanya jawab dengan siswa di Bumi dari ruang dengan gravitasi nol. Endeavour juga berhasil menyelesaikan pemasangan perangkat tambahan pada struktur Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang sudah 60 persen selesai. ISS merupakan batu loncatan kunci untuk mempersiapkan misi manusia ke Mars. NASA merencanakan sedikitnya 12 misi lagi ke ISS untuk menyelesaikan pembangunan stasiun luar angkasa itu pada tahun 2010. Risiko sama “Ini adalah prestasi besar dalam kehidupan manusia,” kata Michael Griffin, administrator NASA. NASA tidak akan mengirimkan dua pesawat ulang alik yang dijadwalkan pada Oktober dan Desember hingga persoalan kerusakan pada lempeng pelindung panas pesawat dipecahkan. Misi berikut berisiko mengalami kerusakan yang sama. Para teknisi yang memeriksa Endeavour di landasan pacu mengatakan, tidak ada bagian yang hangus pada pelindung panas, penahan terakhir sebelum kerangka aluminium. Saat memasuki atmosfer Bumi, badan pesawat terpapar panas hingga 1.500 derajat Celsius.

NASA belum mengetahui apakah pecahan yang menghantam badan Endeavour adalah busa, es, atau campuran keduanya. Pecahan sebesar 10 sentimeter (cm) x 10 cm dengan berat 935 gram itu bergerak dengan kecepatan 241 kilometer per jam saat menghantam badan Endeavour. NASA tengah mengupayakan modifikasi pada tangki bahan bakar eksternal untuk mencegah kerusakan serupa.

  Lapisan Panas di Perut Endeavour Mengelupas

Para insinyur badan antariksa AS NASA tengah mengukur risiko bahaya yang timbul karena mengelupasnya keping-keping keramik penahan panas di perut wahana ulang alik Endeavour.Kerusakan tersebut diketahui beberapa saat setelah Endeavour merapat ke stasiun antariksa internasional (ISS) Jumat (10/8). Foto bagian yang rusak direkam awak ISS beberapa saat sebelum Endeavour merapat. Yakni saat wahana menjalani prosedur rutin keamanan, di mana wahana ulang alik bermanuver dengan menghadapkan perutnya ke arah ISS agar dapat dilihat kemungkinan terjadinya kerusakan. Analisis sementara memperkirakan hal tersebut disebabkan runtuhan es yang terbentuk di ujung tangki bahan bakar eksternal saat menembus atmosfer Bumi Rabu (8/8). Sebab, satu menit setelah wahana meluncur, terdeteksi runtuhan es yang menabrak bagian bawah wahana. Kepingan yang terkelupas berada di satu lokasi dengan luas sekitar 18,75 centimeter persegi.        “Jika tercungkil cukup dalam, para astronot Endeavour mungkin harus menambalnya saat melakukan salah satu spacewalk,” ujar John Shannon, kepala tim manajemen misi. Untuk mengukur kedalaman bagian yang terkelupas, para astronot akan memindainya menggunakan laser yang ditempatkan di ujung lengan robotik Minggu (12/8).Meski demikian, kerusakannya tak separah wahana ulang alik Challenger yang akhirnya meledak pada tahun 1986 saat kembali ke Bumi. Waktu itu, keping panas yang lepas di bagian sayap kiri dengan luas antara 35,25 hingga 62,5 centimeter persegi. Bagian perut membara hingga 1300 derajat Celcius saat menembus atmosfer.Shannon mengatakan bahwa dalam beberapa kali misi wahana ulang alik aman kembali meski terdapat lapisan panas yang mengelupas. Hampir semua wahana yang meluncur selama 26 tahun beroperasi mengalami hal yang sama setidaknya menganga sepanjang 2,5 centimeter.  Jika kerusakan tersebut berbahaya, perbaikan mungkin akan dilakukan pada spacewalk keempat minggu depan. NASA berharap wahana ulang alik Endeavour dapat merapat hingga 10 hari karena telah dilengkapi sistem untuk tersambung dengan sumber energi di ISS. Keputusan untuk memperpanjang misi akan dilakukan Minggu (12/8).Bahkan pada kondisi darurat  yang menyebabkan wahana tak dapat kembali sesuai jadwal, Endeavour mungkin harus bertahan di sana hingga dua bulanan. Kapal ruang angkasa penyelamat akan dikirim secepatnya awal Oktober.

 

 Wahana Ulang Alik Endeavour Memulai Misinya

Wahana ulang alik Endeavour memulai misinya kembali setelah sukses diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida, Rabu (8/8) pukul 18.36 waktu setempat atau Kamis (9/8) pukul 5.36 WIB tadi pagi.Ini merupakan misi pertama Endeavour sejak program misi ulang alik dihentikan sementara tahun 2003 karena kecelakaan Columbia.  Sedangkan bagi NASA, ini peluncuran ulang alik kedua dari empat peluncuran yang direncanakan tahun ini untuk melanjutkan proses pembangunan stasiun antariksa internasional (ISS) yang dijadwalkan selesai tahun 2010. Seperti misi-misi sebelumnya, wahana membawa logistik bagi penghuni ISS dan peralatan baru untuk dipasang di sana. Namun, khusus untuk peluncuran kali ini terdapat Barbara Morgan, seorang mantan guru yang sebelumnya merupakan awak pengganti bagi Christa McAuliffe yang tewas saat kecelakaan Challenger tahun 1986. Misi yang sibukPara awak Endeavour akan menjalani misi yang sangat sibuk antara 11 hingga 14 hari di luar angkasa. Mereka akan memasang peralatan yang menghubungkan jaringan listrik ISS dengan wahana ulang alik yang akan merapat dua hari lagi sehingga diharapkan pada misi-misi selanjutnya, para awak dapat lebih lama berada di orbit.Para astronot juga akan memasang kerangka baru di ISS sebagai platform untuk modul-modul penelitian baru. Kerangka seberat 1,58 ton itu akan meperpanjang bentangan ISS  di orbit 108 meter. Selain itu, tujuh awak ISS juga bertanggung jawab memasang giroskop baru untuk mengganti satu dari empat pengendali ketinggian yang sudah tidak berfungsi dengan baik. Gudang baru untuk menyimpan berbagai peralatan di ISS seberat 3,3 ton juga akan ditambahkan di bagian luar ISS.Hal tersebut akan dilakukan dalam 3 kali spacewalk  yang masing-masing berlangsung sekitar 6,5 jam. Dua awak akan bekerja di luar ISS setiap kali spacewalk dengan bertumpu di ujung lengan robotik. Spacewalk cadangan yang keempat juga disiapkan jika perlu inspeksi tambahan.Astronot profesionalBarbara Morgan (55) yang baru pertama kali terlibat dalam misi ulang alik awalnya dilatih menjadi pengajar dalam program Teacher in Space NASA yang diumumkan pada tahun 1980-an oleh presiden AS saat itu Ronald Reagan. Program tersebut tidak sempat dilakukan karena awak utamanya Christa McAuliffe tewas saat Challenger yang ditumpanginya meledak 73 detik usai meluncur karena kerusakan di roket pendorong.Setelah kecelakaan tersebut, NASA meminta Morgan menggantikan posisi McAuliffe dan melanjutkan agenda program. Namun, karena NASA membuat aturan yang melarang orang sipil menjadi awak wahana ulang alik, Morgan akhirnya dilatih menjadi astronot profesional.            Mulai 1998, ia bergabung dalam korps astronot NASA. Dalam misi pertamanya Morgan akan mengoperasikan lengan robotik dan jika waktunya cukup akan menyempatkan diri berbincang-bincang dengan sejumlah anak-anak sekolah di AS secara langsung dari luar angkasa. Citra yang melekat kepadanya sebagai guru tak dapat dilupakan mesti lingkungan mengajar lama ditinggalkannya.

 

  Hitung Mundur Peluncuran Endeavour Dimulai

Jika tidak ada halangan, peluncuran wahana ulang alik Endeavour akan dilakukan Rabu (8/8). Badan antariksa AS (NASA) telah memulai hitungan mundur ke jadwal peluncuran sejak Minggu (5/8) malam setelah tes kelayakan memastikan semuanya dalam kondisi baik.Percobaan pertama peluncuran mundur sehari dari rencana semula. Sebab, minggu lalu ditemukan kerusakan salah satu katup di kabin sehingga membutuhkan perbaikan intensif. Udara bisa masuk ke kabin melalui celah-celah di segelnya yang pecah. “Tim telah siap. Endeavour juga siap,” ujar direktur tes NASA Stephen Payne. NASA telah mengganti katup yang rusak dengan katup sejenis dari badan wahana ulang alik Atlantis sehingga kembali berfungsi normal.Tujuh awak Endeavour membawa misi utama melanjutkan kembali pembangunan konstruksi stasiun antariksa internasional (ISS). Pada misi kali ini mereka membawa satu sisi kerangka Starboard baru untuk dipasang di ISS. Endeavour juga membawa Barbara Morgan, seorang guru yang sebelumnya astronot cadangan bagi Christa McAuliffe dalam program pendidikan di ruang angkasa NASA. McAuliffe gugur bersama enam astronot lainnya saat wahaan Challenger yan membawanya meledak pada tahun 1986.Jika misi lainnya hanya 11 hari, Endeavour akan diperpenajng menjadi 14 hari. Para awaknya akan membantu tiga awak ISS mamasang sistem transfer energi dari ISS ke wahana ulang alik yang merapat. Hal tersebut akan memperpanjang waktu tinggal misi-misi berikutnya.Berdasarkan analisis para meteorolog yang terus memantau perkembangan cuaca di sekitar landasan peluncuran di Kennedy Space Center, Florida, peluang diluncurkannya Endeavour tepat waktu saat ini mencapai 70 persen.

Sementara itu, tiga awak ISS yang berada di orbit Bumi, Oleg Kotov, Fyodor Yurchikhin, dan Clayton Andersen, saat ini tengah memindahkan logistik yang dikirim wahana Progress 26. Wahana kargo ruang angkasa milik Russia tersebut berhasil merepat secara otomatis ke ISS, Minggu (5/8). Selain membawa pakaian, makanan, oksigen, dan air, wahana tak berawak yang diluncurkan dengan roket Soyuz Jumat (3/8) juga membawa sistem komputer baru.

  Atlantis Tiba di Florida, Endeavour Bersiap-siap

Sebuah pesawat jet jumbo yang membawa wahana ulang alik Atlantis tiba di Florida, Selasa (3/6). Atlantis akan diberi perawatan khusus dan disiapkan untuk rencana peluncurannya kembali pada bulan Desember nanti. Pesawat jumbo yang merupakan modifikasi jenis Boeing 747 untuk membawa wahana ulang alik di punggungnya mendarat di Kennedy Space Center pukul 8.25 pagi. Pesawat sempat transit di beberapa tempat antara lain Minggu (1/6) di Pangkalan AU Offut di Nebraska untuk mengecek sambungan dan di Kentucky untuk mengisi bahan bakar.Perjalanan dari Pangkalan AU Edwards, California itu terpaksa dilakukan dan menghabiskan dana 1,7 juta dollar AS. Sebab, setelah menghabiskan waktu 14 hari misinya di luar angkasa, pada tanggal 22 Juni Atlantis gagal mendarat di Kennedy Space Center, Florida yang merupakan lokasi peluncurannya karena cuaca buruk. Pendaratan sempat ditunda sehari sebelumnya namun badan antariksa AS (NASA) tidak ingin mengambil risiko lebih besar lagi dan memilih California yang kondisi cuacanya mendukung untuk pendaratan.Wahana ulang alik Atlantis selanjutnya akan dibersihkan dan diperbaiki seperlunya untuk mempersiapkan peluncurannya kembali yang direncanakan pada Desember. Sementara itu, NASA kini tengah mempersiapkan peluncuran wahana ulang alik Endeavour yang direncanakan pada 7 Agustus. Endeavour bersiapWahana ulang alik Endeavour telah dikeluarkan dari hanggar sejak Senin (2/6) dan dibawa ke gedung perakitannya (vehicle assembly building). Dalam seminggu ke depan, wahana akan digabungkan dengan tangki bahan bakar eksternal dan roket pendorong untuk misi peluncuran ke stasiun antariksa internasional (ISS). Rencananya, wahana akan ditarik ke landasan peluncuran di terminal 39A yang berjarak 5,4 kilometer dari gedung perakitan pada 9 Juli.Misi STS-118 menandai peluncuran pertama Endeavour sejak peluncuran terakhirnya tahun 2002. Ia memulai kembali debutnya bersama Atlantis dan Discovery juga lebih dulu siap melakukan peluncuran sampai tahun 2010. Perlu setidaknya 12 kali peluncuran lagi untuk menyelesaikan pembangunan ISS dan untuk tahun ini NASA telah merencanakan 3 peluncuran lagi.  

 

   Peluncuran Misi Ulang Alik Endeavour Dipercepat

Untuk memperbesar peluangnya meluncurkan wahana ulang alik, para manajer misi NASA memutuskan untuk mengajukan jadwal peluncuran pesawat ulang alik Endeavour. Wahana yang baru akan memulai debutnya kembali sejak peluncuran terakhirnya ada tahun 2002 itu akan ditargetkan dua hari lebih awal dari rencana semula.“Mereka telah memutuskan untuk memajukan target peluncuran ke 7 Agustus untuk meningkatkan peluang peluncuran kami,” ujar jurubicara NASA Kyle Herring di Pusat Ruang Angkasa Johnson di Houston, Texas, AS. Sebelumnya Endeavour dijadwalkan dapat meluncur 9 Agustus dari Kennedy Space Center, Florida, AS.Langkah tersebut juga mengamankan jeda peluncuran pesawat ulang alik tersebut dengan dua jadwal peluncuran lainnya. Pada tanggal 3 Agustus, NASA akan meluncurkan wahana pendarat Phoenix ke Mars dan 11 Agustus peluncuran roket Atlas 5 yang membawa satelit komunikasi militer milik AS Wideband Global SATCOM dari Pangkalan Udara Cape Canaveral. Jeda antarpeluncuran sebelumnya ditetapkan minimal 48 jam.Tujuh awak yang dikirim pada misi STS-118 menggunakan Endeavour ini dikomandani penerbang veteran Scott Kelly. Pada misi kali mereka membawa satu sisi kerangka Starboard baru untuk melanjutkan proses pembangunan stasiun antariksa internasional (ISS) dan tentunya logistik bagi para awaknya.Endeavour juga akan membawa awak yang telah 20 tahun menunggu gilirannya. Barbara Morgan adalah seorang guru yang sebelumnya menjadi cadangan bagi guru lainnya Christa McAuliffe dalam program Pendidikan di Ruang Angkasa. Sayang McAuliffe dan enam astronot lainnya tewas ada kecelakaan Challenger pada tahun 1986.

Seperti misi-misi sebelumnya, para awak dijadwalkan berada di orbit selama 11 hari. Ini merupakan peluncuran wahana NASA yang kedua tahun ini. Wahana ulang alik Atlantis sukses menjalankan misinya yang berakhir 22 Juni dan NASA berharap dapat meluncurkan lebih dari tiga peluncuran lagi sampai akhir tahun ini.

  Phoenix Meluncur ke Mars

Setelah ditunda beberapa kali, Phoenix akhirnya memulai perjalanan panjangnya ke Planet Mars. Wahana milik badan antariksa AS (NASA) tersebut diluncurkan menggunakan roket Delta II dari Cape Canaveral, Florida, Sabtu (4/8) pukul 16.36 WIB. Peluncurannya sudah dijadwalkan sejak sebulan lalu namun tertunda sampai peluang terakhir karena cuaca buruk. Peluan pertama peluncuran kembali yang dilakukan kembali Jumat (3/8) juga tertunda karena masalah teknis. Sekitar 90 menit setelah diluncurkan, roket Delta II memberikan dorongan terakhir dan melepaskan wahana ke ruang angkasa. Jika tidak ada masalah teknis setelah keluar orbit Bumi, wahana tersebut membutuhkan waktu 6 bulan untuk mencapai Mars yang berjarak sekitar 680 juta kilometer. Phoenix diharapkan sampai orbit Mars pada 25 Mei 2008.Wahana ini tidak hanya akan mengitari Mars namun juga mendarat ke permukaannya. Phoenix akan didaratkan di daratan yang tidak berbatu dekat kutub utara Mars. Wilayah tersebut berada di koordinat yang sebanding dengan Alaska di Bumi. Robpt penjelajah (rover) otomatis itu didesain mempu bertahan pada suhu permukaan Mars yang berkisar antara minus 73 derajat Celcius  hingga 33 derajat Celcius.
 
Phoenix dikirim dengan misi utama menggali dan meneliti sampel tanah dan es di kutub Mars. Instrumen yang dibawanya akan langsung melakukan analisis di tempat dan mengirimkan hasilnya ke Bumi.
Ini merupakan misi pertama analisis sampel Mars secara langsung. Lengan robotiknya akan memungut sampel dan membawanya ke dua instrumen di badannya. Salah satu instrumen akan mengecek kemungkinan kandungan air dan bahan kimia karbon yang merupakan unsur dasar kehidupan. Sedangkan instrumen lainnya akan menganalisis sifat kimia tanahnya.Penelitian tersebut didasarai keyakinan para ilmuwan bahwa kehidupan pernah ada di Mars. Mereka telah melihat adanya tanda-tanda sungai dan lautan purba di bawah permukaan Mars meskipun tidak di permukaanya. Pada tahun 2002, wahana Odyssey milik NASA mendeteksi kandungan hidrogen yang tinggi di permukaan Mars yang menunjukkan bahwa kemungkinan terdapat es di bawah tanah Mars dengan ketebalan lebih dari satu meter. Di kutub Mars juga ditemukan es.“Instrumen yang kami buat didesain untuk menemukan bukti-bukti periode melelehnya es dan mencari tahu apakah lingkungan di dekat kutub Mars mendukung kehidupan mikroba di sana,” ujar Peter Smith dari Universitas Arizona, Tucson, AS, yang meruapakan peneliti utama pada misi Phoenix. Tidak seperti wahana Spirit dan Opportunity yang menjelajah ke berbagai sudut permukaan Mars sampai sekarang, Phoenix hanya akan berkutat di satu kawasan. Selain itu pendaratannya juga didesain secara mulus tidak seperti wahana lain sebelumnya yang menggunakan kantung udara berukuran besar.Seperti wahana pendarat lainnya, ia akan membungkus dirinya dengan pelindung panas sebelum meluncur masuk ke atmosfer Mars dengan kecepatan tinggi. Mendekati prmukaan, parasit supersonik akan dikembangkan sehingga kecepatannya menjadi 217 kilometer perjam. Wahana lalu akan melapaskan diri dari parasit dan menyalakan roket berlawaan dengan arah geraknya untuk mengurangi kecepatan hingga menjadi 6 kilometer perjam saat mendarat dengan tiga kakinya.Lima belas menit setelah mendarat, panel surya di tubuhnya akan direntangkan untuk memasok energi bagi seluruh instrumen. Phoenix berukuran 5,5 meter x 1,5 meter dan membawa instrumen elektronik seberat 55 kilogram. 



{December 19, 2007}   ASTRONOMI

Tak Ada Air di Atmosfer Planet Ekstrasolar Osiris

PARIS, RABU – Tim astronom AS yang untuk pertama kalinya menganalisis secara rinci atmosfer sebuah planet yang sangat jauh di luar tata surya (ekstrasolar) terkejut karena tak menemukan unsur pembentuk air. Padahal, planet-planet ekstrasolar sejenis ini secara teori berpeluang mengandung komponen pembentuk air seperti oksigen atau hidrogen.Namun, dengan memanfaatkan data yang dihimpun instrumen-instrumen di Teleskop Antariksa Spitzer yang sedang mengorbit, para ilmuwan menemukan jejak debu silikat yang mungkin berada di awan yang tinggi dari atas permukaan planet HD 209458b. Para peneliti melakukannya dengan cara mengukur perbedaan emisi inframerah planet yang mengorbit dekat sebuah bintang mirip Matahari dan berada sekitar 150 tahun cahaya dari Bumi itu.  “Dengan mengamati atmosfer planet-planet ektrasolar, kita dapat mengenali sifat fisik yang membentuk mereka,” kata penulis utama laporan analisis, Jeremy Richardson. Data tersebut, manurutnya juga dapat dipakai untuk mempelajari sejarah evolusinya, yang pada akhirnya akan memberikan wawasan mengenai sistem tata suryanya terbentuk.Sejauh ini ada lebih 200 planet ekstrasolar yang telah diketahui dan hanya ada 14 yang disebut planet transit, termasuk HD 209458b, yang juga dikenal dengan nama Osiris. Disebut demikian karena planet-planet tersebut memiliki jalur orbit yang melintang antara bintangnya dan Bumi. Planet-planet tersebut pada saat tertentu seperti titik yang melintas di depan bintangnya jika dilihat dari Bumi.Dengan mengukur perubahan emisi inframerah saat planet-planet itu melintas di depan dan di belakang bintangnya, para astronom dapat mengidentifikasi unsur khusus pada permukaan dan atmosfernya. Pengukuran seperti itu tidak mungkin dilakukan dari sebuah observatorium di Bumi karena efek distorsi atmosfer. Penemuan bahwa Osiris diselimuti awan sesuai dengan berbagai observasi yang telah dilakukan sebelumnya. Namun, hasil analisis yang termuat dalam jurnal Nature terbaru tidak menemukan bukti-bukti adanya air, dalam bentuk uap sekalipun. “Beberapa teori menyatakan seharusnya ada air, tetapi kita tak melihatnya, ini masih menjadi misteri,” ungkap Richardson.Hal yang menarik lainnya dari Osiris ialah fakta bahwa hari dan tahunnya sama panjangnya. Ini berarti planet itu membutuhkan waktu yang sama untuk berotasi pada sumbunya seperti dan mengorbit bintangnya, yakni sekitar 3,5 hari Bumi. Akibatnya, hanya ada salah satu sisinya yang selalu menghadap ke bintang.“Belum ada satu pemahaman mengenai bagaimana hal ini mempengaruhi atmosfernya. Secara logika, harus ada mekanisme sama untuk mengangkut energi dari sisi siang dan sisi malam – kemungkinan angin yang kuat sekali – atau planet itu akan berada dalam kondisi tak seimbang,” kata Richardson. Meski demikian, kemungkinan akan ada perbedaan temperatur beberapa ratus derajat Celsius di kedua sisinya.Salah satu dorongan kuat untuk mengkaji planet-planet jauh adalah perkembangan Astrobiologi yang menekankan pada pencarian sumber-sumber kehidupan di luar tata surya. Osiris, yang 10 kali lebih dekat dengan bintangnya dibanding Merkurius terhadap Matahari, memiliki suhu permukaan sangat panas. Suhu permukaan yang lebih dari 700 derajat Celsius masih terlalu ekstrim untuk menampung bentuk kehidupan yang kita kenali.

Dengan teleskop-teleskop mendatang yang memiliki kemampuan untuk melakukan pengamatan lebih rinci, para astronom juga akan mempelajari planet-planet sejenis yang disebut planet super. Meski jenis planet di tata surya lain ini jauh lebih besar daripada planet-planet di tata surya kita, komposisi dan atmosfernya mirip

   Banyak Planet Punya Dua Matahari

Planet dengan dua Matahari seperti yang didiami tokoh Luke Skywalker dalam film Star Wars sepertinya bukan hanya sekadar fantasi. Bahkan jumlahnya sebanyak planet-planet dengan satu bintang seperti Bumi dan planet-planet lain di tata Surya. Data yang dirilis Badan Antariksa AS (NASA) menunjukkan bintang ganda dalam sistem planet-planet merupakan hal yang umum di alam semesta. Teleskop ruang angkasa Spitzer menemukan banyak sistem planet-planet yang mengelilingi dua bintang seperti dipublikasikan dalam Astrophysical Journal edisi terbaru.Para peneliti mencari Matahari ganda menggunakan kamera inframerah yang dibawa teleskop Spitzer. Perangkat tersebut dipakai untuk mencari jejak cakram debu yang terbentuk di antara dua bintang biner atau bintang ganda . “Kami tahu bintang-bintang tersebut ada di sana, tinggal pertanyaannya apakah ada planet di sana,” ujar Karl Stapelfeldt, ilmuwan dari Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, AS. Secara teori, planet-planet banyak terbentuk pada cakram debu di sekitar bintang. Namun dengan dideteksinya cakram debu belum berarti ada planet di sana.Data hasil pengamatan menunjukkan 40 persen sistem bintang ganda memiliki cakram debu. Persentasenya sedikit lebih besar daripada sistem bintang tunggal yang memiliki cakram debu seperti Tata Surya. “Di Tata Surya, asteroid saling bertabrakan dan menghasilkan serpihan-serpihan debu seperti di cakram ini. Kami menyimpulkan, di sistem bintang ganda mungkin terdapat objek raksasa yang bertabrakan seperti asteroid-asteroid ini,” ujar David Trilling dari Universitas Arizona. Planet kemungkinan terbentuk di sana karena proses pembentukan asteroid serupa dengan proses pembentukan planet-planet.Tim peneliti telah mengamati cakram debu yang terdapat pada 69 sistem bintang ganda. Masing-masing terletak pada jarak antara 50 hingga 200 tahun cahaya dari Bumi. Pada sistem bintang ganda yang jarak dua bintangnya terpisah 50 hingga 500 unit astronomi (atau 50 hingga 500 kali jarak matahari-Bumi), cakram debu terlihat mengelilingi salah satu bintangnya. Namun, para peneliti tidak menemukan cakram debu pada sistem bintang ganda yang terpisah pada jarak 3 hingga 50 unit astronomi. Dalam hal ini, para peneliti memperkirakan gaya gravitasi mungkin menyebabkan serpihan-serpihan debu terlempar ke ruang angkasa sehingga tak terbentuk planet-planet.Nah, pada sistem bintang ganda yang terpisah pada jarak 0 hingga 3 unit astronomi, sekitar 60 persennya memiliki cakram debu mengelingi kedua bintang. Planet-planet yang mengelilingi bintang ganda ini akan mengalami peristiwa terbit dan tenggelamnya Matahari seperti di dataran bergurun Planet Tatooine di film Star Wars episode IV, A New Hope.

 

   Ditemukan Planet Asing yang Bisa Dihuni

WASHINGTON, RABU – Untuk pertama kalinya para astronom menemukan sebuah planet di luar tata surya kita yang memiliki temperatur seperti Bumi dan sepertinya bisa dihuni. Temuan ini dilukiskan sebagai langkah besar dalam usaha pencarian “kehidupan lain di jagat raya.”Planet yang ditemukan tersebut memiliki ukuran yang tepat, diduga mempunyai air dalam bentuk cair, dan secara terminologi galaktik berada relatif dekat yakni 190 trilyun kilometer. Namun bintang yang dikelilinginya berupa “bintang kerdil merah” atau red dwarf yang jauh lebih kecil, lebih redup, dan lebih dingin dibanding Matahari kita.Planet asing itu ditemukan menggunakan teleskop European Southern Observatory di La Silla, Chili, yang memiliki instrumen khusus untuk memecah cahaya guna menemukan objek dalam panjang gelombang berbeda-beda. Dengan cara itulah, ditemukan sebuah planet yang mengelilingi bintang merah kerdil, Gliese 581. Red dwarf adalah bintang kecil berenergi rendah yang memancarkan cahaya merah redup. Sampai beberapa tahun lalu, para astronom tidak menganggap bintang-bintang seperti itu bisa menjadi tempat tinggal planet-planet yang mungkin memiliki kehidupan.Penemuan planet baru yang kemudian dinamai 581 C ini memicu penelitian lebih jauh terhadap planet-planet yang mengelilingi bintang redup serupa. Perlu diketahui, 80 persen bintang yang berada di dekat Bumi adalah red dwarf.Planet baru ini sekitar lima kali lebih berat dibanding Bumi. Para penemunya belum yakin apakah permukaannya berbatu seperti Bumi atau berupa es beku dengan air di permukaannya. Bila 581 C ternyata planet batu, maka diameternya diperkirakan  sekitar 1,5 kali lebih besar dari Bumi. Namun bila ia ternyata planet es, maka ukurannya mungkin lebih besar lagi.Berdasar teori, 581 C seharusnya memiliki atmosfer, meski zat apa yang ada di atmosfernya masih misterius. Dan bila atmosfer itu terlalu tebal, maka dikhawatirkan temperatur permukaan planet itu akan terlalu panas. Namun para astronom yakin suhu rata-rata di sana antara 32 hingga 104 derajat.Tentu saja masih banyak hal yang harus diteliti sebelum bisa dipastikan apakah planet tersebut bisa mendukung kehidupan atau tidak. Perlu dicatat bahwa syarat-syarat planet yang bisa mendukung kehidupan menurut para peneliti adalah memiliki ukuran relatif serupa dengan Bumi, dan memiliki temperatur yang memungkinkan adanya air dalam bentuk cair. Dengan syarat tersebut, sebenarnya Planet Mars termasuk dalam kategori yang bisa mendukung kehidupan. Meski begitu, ini adalah kali pertama ditemukan planet di luar tata surya yang masuk dalam standar di atas.“Ini adalah langkah signifikan dalam usaha menemukan kehidupan lain di jagat raya,” kata astronom Universitas Jenewa, Michel Mayor, salah satu dari 11 peneliti Eropa yang menemukan planet tersebut. “Sungguh suatu penemuan yang menyenangkan dan kami masih memiliki banyak pertanyaan tentangnya.”Sampai saat ini, seluruh 220 planet yang ditemukan di luar tata surya kita memiliki masalah “Goldilocks”. Mereka terlalu panas, terlalu dingin, atau terlalu besar dan berupa planet gas, seperti Jupiter. Nah, planet baru ini sepertinya sangat cocok dengan definisi planet yang bisa dihuni, setidaknya begitu yang diperkirakan para peneliti. 

 

  Google Sky Tawarkan Petualangan Langit

Tanpa teleskop besar, Anda kini dapat mempelajari objek-objek ruang angkasa di berbagai belahan langit. Hanya dengan menggerakkan mouse di atas layar komputer, Anda kini dapat menjelajahi langit dengan cuma-cuma. Hal tersebut dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi tambahan dalam Google Earth. Layanan Google yang sebelumnya hanya menampilkan peta satelit di seluruh permukaan Bumi, kini  menyediakan layanan baru yang menawarkan pengalaman kepada penggunanya untuk menjelajahi ruang angkasa.Layanan baru yang diberi nama Google Sky ini menyediakan informasi tentang berbagai objek langit, dari bintang hingga planet-planet. Pengguna juga dapat menjelajahi galaksi, termasuk Bima Sakti tempat Bumi berada.“Bekerja sama dengan sejumlah ahli, kami mampu mentransformasikan Google Earth menjadi teleskop virtual,” ujar Lior Ron, manajer produk Google seperti dikutip AP. Foto-foto objek langit sebenarnya sudah banyak tersedia di berbagai situs Internet namun masih tersebar. Google Earth berhasil menyatukannya dengan mulus sehingga pengamatan benda langit secara virtual dapat dilakukan dengan nyaman seperti posisinya di belahan langit sebenarnya.“Saya dapat mengamati apapun yang ada di langit, kaakan galaksi Bima Sakti, dan saya dapat melihatnya lebih dalam ke bagian-bagain yang menyusunnya,” ujar Andrew Connoly, profesor astronomi di Universitas Washington yang terlibat dalam pengembangannya. Ia mengatakan para insinyur Google telah menyatukan data-data foto seratus juta bintang dan dua ratus juta galaksi dengan berkapasitas beberapa terabyte.Selain Google Sky, Google telah menawarkan pengalaman mengamati ruang angkasa dengan cuma-cuma melalui Google Mars dan Google Moon. Aplikasi yang bebas di-download menawarkan kepada setiap orang untuk memahami alam semesta yang begitu luas. 



{December 19, 2007}  

Terdeteksi Lubang Hitam Massa Stellar Terbesar

Sebuah lubang hitam massa stellar yang terdeteksi para astronom AS ini mungkin yang terbesar di kelasnya. Objek yang berada di konstelasi Cassiopeia berjarak 1,8 juta tahun cahaya dari Bumi itu diperkirakan memiliki massa antara 24 hingga 33 kali massa Matahari.Temuan ini memecahkan rekor lubang hitam massa stellar terbesar sebelumnya yang ditemukan pada 17 Oktober 2007. Lubang hitam pada galaksi M33 itu memiliki massa 16 kali Matahari.Meski tak sebesar jenis lainnya yang disebut lubang hitam supermasif, objek yang terbentuk dari runtuhan massa bintang yang sedang sekarat ini memiliki medan magnet gravitasi yang begitu besar sampai-sampai cahaya pun tak dapat keluar darinya. Para astronom dapat menghitung massanya dengan mengukur emisi gas dan pengaruh gravitasi bintang yang dikelilinginya. Kali ini, mereka dapat mengukur massa lubang hitam tersebut lebih mudah karena ia mengorbit sebuah bintang yang panas dan memancarkan cahaya sangat terang. Bintang mengeluarkan gas dalam bentuk angin. Sebagian materinya yang mengalir ke pusat luibang hitam membentuk spiral akan dipanaskan dan mengeluarkan pancaran sinar-X berintensitas sangat tinggi sebelum terjebak. 

 

   Ditemukan Lubang Raksasa di Langit

Di salah satu sudut langit nun jauh di sana terdapat area kosong, wilayah yang bersih dari galaksi, bintang-bintang, bahkan materi hitam. Meski bentuk alam semesta sendiri tak dapat dibayangkan seorangpun sampai sekarang, pantas kalau bagian tersebut disebut sebagai lubang di alam semesta.Tim ilmuwan dan astronom dari Universitas Minnesota, AS menyatakan lebar lubang tersebut sekitar satu miliar tahun cahaya. Saat menemukannya, mereka hanya bisa tertegun karena tak mendapati objek apapun di sana. Lubang tersebut tidak dapat diamati langsung dengan teropong namun jelas terlihat jika dilihat sebaran gaya tariknya. “Tidak seorangpun pernah menemukan lubang sebesar ini, namun tidak hanya itu saja, kami juga tak pernah membayangkan menemukan yang selebar ini,” ujar Lawrence Rudnick, profesor astronomi dari Universitas Minnesota. Para astronom sejak lama telah mengetahui bahwa beberapa bagian di alam semesta tidak mengandung materi alias berlubang namun tidak pernah ditemukan hingga sebesar ini.Seperti dilaporkan dalam Astrophysical Journal edisi terbaru, Rudnick beserta koleganya Shea Brown dan Liliya Williams dapat mengukur lubang tersebut menggunakan data-data teleskop radio. Mereka menemukan hasil yang sama antara hasil survai langit dengan hasil pengukuran menggunakan satelit Wilkinson Microwave Anisotropy Probe. Tim peneliti menemukan bukti pertama saat mempelajari data NRAO VLA Sky Survey. Di arah konstelasi (rasi) Eridanus, sebelah barat daya Orion, pada jarak antara 6-10 miliar tahun cahaya dari Bumi, ternyata sangat kosong. Jumlah galaksi begitu sedikit dibandingkan bagian-bagian belahan langit lainnya. Bagian ini jelas terlihat kosong karena survai mencakup 82 persen belahan langit berkat teleskop berukuran besar (Very Large Array) yang ada di National Radio Astronomy Observatory (NRAO) di New Mexico. “Kami tahu ada yang berbeda di bagian ini,” ujar Rudnick. Pihaknya memastikan  ukuran lubang yang sama saat melakukan analisis Cosmic Microwave Background (CMB), gelombang radio lemah sisa radiasi Big Bang saat lahirnya alam semesta. Data-data tersebut diperoleh dari satelit Wilkinsons Microwave Anisotopy Probe milik AS antara tahun 2001 hingga 2004. Pengukuran satelit menunjukkan bahwa bagian tersebut relatif lebih dingin dari sekitarnya. Meski masih harus dikonfirmasi ulang, suhu yang lebih rendah di CMB - menurut para ilmuwan – disebabkan lubang besar yang bebas dari materi apapun.     
 
“Apa yang kami temukan tidak normal, baik berdasarkan pengamatan langsung maupun simulasi komputer terhadap evolusi alam semesta dalam skala besar,” ujar Williams. Ia dan timnya juga tidak mengetahui bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Misterius memang.

 

  Banyak Tata Surya Lain di Alam Semesta

Sistem tata surya dengan sebuah bintang yang dikelilingi planet-planet mungkin hal yang jamak di alam semesta. Para astronom telah menemukan bukti-bukti yang menunjukkan adanya bintang yang dikelilingi lebih satu planet, meski masih sangat jarang terlihat.Dari 28 planet asing di luar tata surya kita yang ditemukan sepanjang tahun lalu, terdapat planet-planet yang mengelilingi satu bintang. Temuan ini tidak hanya menambah panjang daftar planet asing yang telah ditemukan sebelumnya yakni 236 planet, tapi juga menguatkan bukti bahwa sistem planet-planet merupakan hal yang jamak di alam semesta. “Kami menambahkan 12 persen dari seluruh objek planet asing tahun lalu dan kami sangat bangga karenanya,” ujar Jason Wright, salah satu astronom dari Universitas California Berkeley yang melaporkan temuan tersebut dalam pertemuan Masyarakat Astronomi Amerika (AAS), Selasa (29/5). Semakin banyaknya temuan planet asing tidak lepas dari kemampuan teknologi pengamatan objek langit yang semakin maju. karena jarak yang sangat jauh, para astronom belum sanggup melihat langsung planet asing tersebut. Untuk mengetahui adanya planet asing, para astronom mendeteksinya dari ’riak’ cahaya bintang yang terjadi saat sebuah planet transit atau bergerak di antara bintang dan pengamat. Jika 15 tahun lalu para peneliti dapat mendeteksi adanya ’riak’ dengan resolusi 10 meter perdetik, kini mereka sanggup dengan satu meter perdetik.Sistem planet-planetSetidaknya empat dari seluruh planet asing yang baru diketahui berada dalam satu sistem planet-planet seperti tata surya kita. Hal tersebut menunjukkan, bahwa objek serupa planet dan sistem seperti tata surya kita merupakan sistem yang jamak dan banyak ditemukan di luar angkasa. Sebuah bintang kerdil merah tipe M yang jauh lebih kecil, lebih redup, dan lebih dingin dibandingkan Matahari mungkin dikelilingi lebih dari sebuah planet.Kebanyakan planet asing yang terdeteksi memang objek yang seukuran Saturnus. Planet seukuran Bumi di luar tata surya kita mungkin masih sulit dideteksi, namun para astronom yakin akan semakin banyak ditemukan planet asing saat teknologi untuk mengamatinya semakin maju.Planet asing terkecil yang pernah terdeteksi berukuran 5 kali massa Bumi. Planet yang diberi nama 581 c mengelilingi bintang kerdil merah bernama Gliese 581 yang berada pada jarak 190 triliun kilometer dari Bumi. Namun, planet ini belum teridentifikasi hingga detail komposisinya. Sedangkan planet kecil lainnya seukuran Neptunus. Planet ini mengelilingi sebuah bintang tipe M bernama Gliese 436 (GJ 436) yang berada 30 tahun cahaya dari Bumi. Ukurannya sekitar 22,4 kali massa Bumi. Saat ini, para pemburu planet asing akan semakin tertarik berburu ’riak’ pada bintang-bintang tipe M. Sebab, sekitar 70 persen bintang di alam semesta diperkirakan termasuk dalam tipe M.Namun, pencarian planet juga dilakukan ke bintang-bintang tipe A atau F. Tiga dari planet asing yang ditemukan tahun lalu mengelilingi bintang yang massanya masin-masing 1,6 dan 1,9 kali massa Matahari. Namun, karena bintang jenis ini berotasi sangat cepat dan memiliki atmosfer yang berdenyut, sulit mendeteksi planet berukuran kecil dan hanya panet-planet raksasa seukuran Jupiter yang dapat terdeteksi.Mendukung kehidupanPencarian planet-planet asing tidak berhenti hingga penemuan. Misi yang lebih menantang bagi para astronom adalah menemukan planet asing yang mendukung kehidupan seperti Bumi yakni dengan mencari tanda-tanda keberadaan air, oksigen, es, atau unsur lainnya.Sejauh ini, hanya beberapa planet asing terdeteksi mengandung unsur pendukung kehidupan. Planet yang mengelilingi GJ 436, misalnya, diperkirakan memiliki lapisan es beku dan bukannya planet gas seperti planet-planet asing umumnya. Sedangkan 581 c dengan ukuran tak lebih besar dari Bumi mungkin padat dan mengandung unsur pembentuk kehidupan.

Dengan ditemukannya es, planet yang mendukung kehidupan dengan kandungan air dan oksigen seperti Bumi mungkin tersebar di berbagai sudut alam semesta.

   Air Terlihat di Planet Asing

Bukti adanya air telah terdeteksi untuk pertama kalinya di sebuah planet di luar tata surya kita. Hal ini memunculkan kembali keingintahuan para peneliti mengenai apakah ada kehidupan lain di luar Bumi. Demikian diungkapkan para astronom di Observatorium Lowell, Flagstaff, Arizona.Travis Barman, salah seorang astronom, mengatakan bahwa mereka berhasil menemukan uap air di atmosfer sebuah planet gas besar serupa Jupiter yang berada 150 tahun cahaya dari Bumi pada arah gugus bintang Pegasus. Planet itu dikenal dengan nama HD 209458b. “Ini adalah kabar baik karena kami telah lama menduga ada air di atmosfer planet itu dan juga planet-planet lain,” kata Barman. Penelitian mengenai keberadaan uap air itu dimungkinkan karena bila dilihat dari Bumi, planet tersebut mengorbit bintangnya tepat di muka bintang tersebut setiap 3-1/2 hari, sehingga memungkinkan dilakukannya pengukuran. Inilah yang disebut sebagai planet transit. Planet transit akan terlihat mengambang lewat di depan bintangnya bila dilihat dari Bumi.Sudah sejak lama para ilmuwan berusaha mencari keberadaan air di planet lain – baik di dalam maupun di luar tata surya kita – karena air diyakini merupakan unsur pokok bagi kehidupan. Meski demikian Barman memberi catatan bahwa planet gas seperti Jupiter dan planet ini, sepertinya kurang mungkin memiliki kehidupan. Kehidupan lebih mungkin ditemukan di planet batu seperti Bumi atau Mars. Ia mengatakan, penemuan uap air di atmosfer HD 209458b belum bisa menjawab pertanyaan mengenai keberadaan kehidupan asing di luar sana.“Ini adalah bagian dari teka-teki karena pengetahuan mengenai penyebaran air di tata surya lain adalah hal yang penting untuk mencari tahu apakah tempat itu bisa mendukung kehidupan atau tidak,” katanya. “Keberadaan air tidak selalu seiring dengan keberadaan kehidupan, namun juga bukan berarti tidak mungkin ada kehidupan di sana.”   



{December 19, 2007}  

Asal Jejak Kaki Tertua Akhirnya Terkuak

Hewan yang membuat jejak kaki tertua akhirnya diketahui. Jejak dua makhluk sejenis reptil itu berusia sekitar 290 juta tahun.
Mereka adalah spesies Diadectes absitus dan Orobates pabsti yang fosilnya ditemukan fosilnya di Formasi Tambach di Jerman bagian tengah. Fosil tersebut ditemukan para ilmuwan di dekat lokasi penemuan fosil jejak kaki pada lapisan endapan yang sama. Hal tersebut dapat dilakukan karena fosil tulang belulang kedua jenis hewan bisa dikatakan utuh sehingga para peneliti dapat mencocokkannya dengan jejak kakinya.
“Fosil biasanya jarang ditemukan bersama bagian kaki yang utuh. Ini termasuk langka karena kami menemukan tulang kaki berikut jempol, jari, dan sendinya,” ujar David Berman, salah satu peneliti dari Museum Sejarah Nasional Carnegie di Pittsburgh, AS.
Kedua makhluk menurut perkiraan para ilmuwan mungkin meninggalkan jejaknya di lapisan lunak jutaan tahun lalu. Bentuk jejak kaki cocok dengan fosil tulang-belulang kedua makhluk hidup.
Temuan yang dilaporkan dalam edisi terbaru Journal of Vertebrate Paleontology ini merupakan bukti pertama jejak tertua di Era Paleozoikum yang berlangsung antara 540 juta tahun hingga 240 juta tahun lalu. Dari jejak ini, para peneliti berharap dapat mempelajari pola pergerakan makhluk di zaman tersebut dan mempelajari bagiamana kaki makhluk darat mulai berkembang.
Sebelumnya diyakini bahwa mamalia cenderung memiliki kaki yang memanjang vertikal dari tulang panggul ke tanah. Sedangkan pada reptil, perkembangan kaki cenderung dimulai dari perpanjangan tubuh sebelum berkembang vertikal. Namun, makhluk yang baru ditemukan memiliki ciri kaki seperti mamalia.
“Kami tahu dari jalur pergerakannya bahwa hewan-hewan ini memiliki kai yang tumbuh di bawah badannya,” ujar Berman. Padahal di buku-buku teks tidak demikian, jadi kemungkinan harus direvisi. Berman menjelaskan jika dilihat dari gaya berjalannya, dengan jelas terlihat bahwa kaki-kakinya sangat dekat dari bagian tengah tubuhnya.

—————————————————–

Ngomong Pakai Kuping Juga Bisa

Ngomong pakai kuping, mengapa tidak? Teknologi telepon seluler terbaru ini menempatkan spiker dan mikrofon di kuping. Dengan demikian pemakai dapat terus bertelepon ria meskipun di sekitarnya sangat bising.
Alat tersebut diungkapkan ke publik oleh perusahaan pembuatnya, NS-ELEX Co, Selasa (18/12) di Tokyo, Jepang. Penggunaan alat ini bisa melalui kabel yang dicolokkan ke ponsel atau menggunakan bluetooth.
Prinsip kerja alat yang diberi nama e-Mimi-kun alias “cowok berkuping bagus” ini adalah pada spiker di earphone ditanamkan cip yang mampu mengurangi suara dari luar sampai enam kali. Sedangkan mikrofonnya mampu menangkap getaran udara di telinga yang ditimbulkan dari suara mulut.
Dengan earphone ini pengguna tak perlu lagi menutup mulutnya saat berponsel di keramaian. Alat ini cocok untuk mereka yang bekerja di dekat mesin, restoran, tempat hiburan lainnya, pengendara motor

——————————————————-

Semburan Lubang Hitam Merusak Galaksi Terdekat

Sebuah galaksi yang tengah sekarat menyemburkan partikel-partikel dan radiasi magnet berkekuatan tinggi ke arah galaksi terdekatnya. Aliran energi dari pusat lubang hitam raksasa (supermassive black hole) dari bagian tengah galaksi itu mungkin dapat merusak objek-objek ruang angkasa yang dilaluinya.
Peristiwa tabrakan di antara dua galaksi sudah sering dilaporkan. Semburan dari lubang hitam juga pernah terdeteksi sebelumnya dan semuanya menghasilkan radiasi tinggi sinar-X dan sinar gamma. Namun, peristiwa aliran energi semacam ini yang merusak galaksi lainnya baru kali ini terlihat.
Beberapa teleskop digunakan untuk membuat gambar peristiwa tersebut, yakni Chandra, Teleskop Antariksa Hubble, dan Teleskop Antariksa Spitzer, serta laboratorium Earthbound seperti teleskop Very Large Array di New Meksiko dan teleskop Multi-Element Radio Lingked Interferometer Network (MERLIN) di Inggris.
Data dari Observatorium sinar-X Chandra milik NASA memperlihatkan bahwa kedua galaksi sama-sama memiliki lubang hitam yang sangat besar di pusatnya. Galaksi yang lebih besar, bernama 3C321, mengeluarkan partikel berenergi itu. Sementara, galaksi yang lebih kecil bergerak memotong ke arah aliran energi ini.
Kerusakan planet
Para astronom sependapat bahwa kedua galaksi itu tampaknya memiliki sistem planet-planet. “Ada puluhan hingga ratusan juta bintang di jalur aliran tersebut. Sebagian bintang itu hampir dipastikan memiliki planet,” kata Martin Hardcastle, ahli astrofisik di University of Hertfordshire, Inggris.
Namun, tak ada satupun bentuk kehidupan yang dapat bertahan dari radiasi energi yang dipancarkan tersebut. “Pertama, ladang radiasi sinar gammanya yang sangat besar kelihatannya akan merusak lapisan ozon,” kata Dan Evans dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang memimpin studi itu. Medan magnet planet-planet yang dilalui pun akan tertekan sehingga rentan terhadap badai radiasi dari bintangnya.
“Dia… seperti perusak, perusak lubang hitam, yang mengendus-endus setiap galaksi yang lewat,” kata Neil deGrasse Tyson, Direktur Hayden Planetarium di Museum Sejarah Nasional Amerika di New York, AS.
Tapi, tak perlu khawatir energi perusak ini akan menghantam Bumi. Sebab, galaksi tersebut berada 1,4 miliar tahun cahaya dari sini. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun atau sekira 10 triliun kilometer.
Tarian galaksi
Tidak jelas mengapa galaksi yang lebih besar mulai menembakkan energi mematikan itu. Para astronom memperkirakan kedua galaksi sepertinya sedang saling mendekat. Pergerakan itu mungkin penyebab terjadinya perubahan medan magnet yang memicu aktivitas lubang hitam pada salah satu galaksi.
“Kami tahu, Anda dapat menyulut lubang hitam dengan cara membuat dua galaksi berinteraksi karena hal tersebut mengganggu medan gravitasi yang sebelumnya stabil,” kata Tyson.
Sementara itu, Evans memperkirakan kedua galaksi itu tampaknya berada dalam proses penyatuan selama satu miliar tahun. “Keduanya sebenarnya sedang melakukan gerakan seperti menari di sekitar satu sama lain,” katanya.
Interaksi tersebut tidak selalu berakibat fatal dan kehancuran. Peristiwa semacam itu dapat pula memicu pembentukan “kebun bibit bintang” dan kelahiran bintang-bintang baru



{December 19, 2007}   Kamera Ramah Senyum

Dengan kamera ini, setiap orang yang dipotret dapat dipastikan selalu berwajah riang sambil tersenyum. Artinya, momen bahagia dapat selalu terabadikan tanpa harus khawatir kehilangan momen senyuman yang mungkin hanya sesaat.Hal tersebut dapat dilakukan dengan kamera seri Cyber-shot T yang baru dirilis Sony Corp. Rabu (12/9). Kamera tersebut dilengkapi kemampuan mendeteksi senyum dan segera memotretnya.

Fotografer dapat memprogram bentuk senyum seperti apa yang akan dideteksi kamera, apakah senyum tipis atau senyum lebar dengan gigi terlihat. Begitu objek memperlihatkan senyuman yang diinginkan, shutter kamera tak akan menyia-nyiakannya.

Namun, bukan berarti hnaya gaya tersenyum yang dapat diabadikan kamera. Pemilik kamera tetap dapat mematikan fungis tersebut dan menggunakan kamera seperti biasanya.

Teknologi serupa juga sudah diterapkan Olympus. Meskipun demikina, masing-masing produsesn kamera mengembangkannya dengan teknologi yang berbeda secara independen. Untuk kamera Sony DSC-T200 dan DSC-T70 akan diluncurkan 21 Sepetember dengan harga mulai 345 dollar AS.



{December 19, 2007}   Kamera Digital Bertenaga Tangan

Tidak ada baterai cadangan atau colokan listrik tidak lagi masalah untuk kamera digital tebaru yang dikembangkan Sony. Prototip kamera digital yang diperkenalkan, Kamis (13/12), itu dilengkapi pembangkit listrik mini.Kamera yang diberi nama “Twirl N’ Take” itu berbentuk mirip alat pemotong pizza. Salah satu ujungnya terdapat roda yang dapat berputar. Bagian tersebut berfungsi ibarat turbin, yang jika digerak-gerakkan penggunanya di atas meja, akan mengaktifkan generator pembangkit listrik. Jadi, pantas kan kalau ia disebut kamera digital bertenaga tangan.

Hanya dengan gerakan roda terus-menerus selama 15 detik, listrik yang dihasilkan dapat dipakai untuk memotret sekali. Pengalaman ini tentu akan menyenangkan khususnya bagi anak-anak. Namun, Sony belum akan merilis kamera tersebut ke pasaran dalam waktu dekat.

Sayang, kamera tersebut tidak dilengkapi layar. Untuk melihat hasil rekaman, kamera harus dihubungkan ke komputer lebih dahulu.

Pengembangan kamera ini merupakan bagian dari upaya Sony meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan dengan produk ramah lingkungan yang membangkitkan listrik dari sekitarnya. Kamera tersebut merupakan salah satu lini produk yang disebut Odo.

Produk Odo lainnya yang dikembangkan Sony, misalnya kamera video Crank N’ Capture yang dilengkapi pembangkit listrik tenaga engkol (pengungkit) dan kamera Spin N’ Snap yang memiliki lubang yang roda di sisinya dapat diputar dengan jari untuk menghasilkan listrik.



Terkait pengamatan gerhana bulan untuk menentukan itsbat pihak Observatorium Boscha ITB sedang mempersiapkan diri. Termasuk teropong yang kemudian bisa ditransfer melalui web, dan bisa dipancarluaskan melalui televisi sehingga bisa disaksikan oleh masyarakat luas. Kepala Observatorium Boscha ITB, Dr Taufiq Hidayat, mengatakan hal ini terkait dengan kunjungan Menkominfo Mohammad Nuh. ”Dalam uji coba melihat hilal pada permulaan bulan Sa’ban lalu, kami sudah berhasil menditeksi munculnya bulan meski keadaan saat itu relatif tertutup awan. Kami berharap dengan adanya beberapa titik pengamatan sebagaimana yang selama ini dilakukan oleh Departemen Agama dalam menentukan awal-akhir Ramadhan, dan dilengkapi dengan sistem TI dalam setiap teropong yang digunakan, maka masyarakat secara luas bisa menyaksikan dan mengetahui hilal,” katanya. Berkait dengan gerhana bulan total, Taufiq menjelaskan, gerhana bulan ini terjadi ketika bulan memasuki bayang-bayang gelap bumi dan fenomena alam yang terakhir dalam tahun ini akan dapat dilihat di seluruh wilayah Indonesia. Tapi mereka yang berada di wilayah waktu Indonesia bagian Barat tidak mengalami gerhana bulan total lebih lama dibandingkan waktu Indonesia bagian tengah maupun Timur karena adanya perbedaan waktu. ”Untuk Indonesia bagian Barat, kontak bulan dengan penumbra bumi akan terjadi pada pukul 14.53. Proses awal gerhana bulan ini, agak sulit dilihat dengan mata telanjang, karena terhalang langit yang masih terang. Kemudian, bulan masuk ke umbra pertama pada pukul 15.51,” katanya. Bulan mulai memasuki bayang-bayang gelap bumi atau kontak umbra kedua pada pukul 16.52. Gerhana bulan total akan terjadi 17.51. “Ini bisa dilihat di ufuk Timur. Hanya saja memang tidak sejelas di Indonesia Timur karena saat itu di Indonesia bagian Barat, matahari belum terbenam,” kataanya. Setelah mengalami gerhana bulan maksimum, bulan mulai keluar dari bayang-bayang gelap bumi pada pukul 18.22 dan keluar sempurna dari bayang-bayang gelap bumi pada pukul 20.21. Dikatakan Taufiq, di Indonesia, gerhana bulan ini akan terjadi dalam durasi sekitar 5 jam. “Ini lebih lama dari gerhana bulan terakhir pada awal Maret 2007 lalu. Gerhana bulan ini tidak akan menimbulkan dampak-dampak negatif pada bumi,” katanya.



Museum Astronomi Indonesia yang berada di Kompleks Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung diresmikan, Sabtu (15/12). Koleksi museum antara lain foto-foto pembangunan observatorium Bosscha, teleskop secretan, micrometer untuk membaca posisi bintang, measuring engine untuk membaca posisi benda langit.

“Awalnya benda-benda tersebut hanya bertumpuk di gudang. Agar menjadi lebih berharga, kami mencari tempat yang kini disebut museum,” kata Taufik Hidayat, Kepala Observatorium Bosscha.

Museum Astronomi Indonesia (MAI) berada di Wisma Kerkhoven. Nama Kerkhoven diambil dari nama Rudolf A Kerkhoven, orang Belanda yang mencintai astronomi. Pada awal berdirinya Observatorium Bosscha, Kerkhoven menyumbangkan teleskop Zeiss, jam astronomi Richter, dan pengadaan teleskop transit yang menentukan posisi geografis Indonesia. Wisma Kerkhoven tadinya merupakan rumah direktur Observatorium Bosscha.

Menurut Taufik, MAI baru diresmikan tetapi belum ditentukan kapan dibuka untuk umum sebab Observatorium Bosscha belum merekrut petugas museum. Peresmian museum dihadiri oleh Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, Astronot Malaysia Sheik Muszaphar Shukor Al Masrie, dan Sekretaris I Pendidikan Kedutaan Besar Belanda Arnold van der Zanden



Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang asalnya hanya memiliki peneropong bintang, kini memiliki teleskop untuk mengamati aktivitas matahari. Teleskop tersebut dibeli dari dana bantuan Belanda.Kepala Observatorium Bosscha Taufik Hidayat, Sabtu (15/12), mengatakan, dengan adanya teleskop matahari, aktivitas matahari akan terekam secara real time. Dari situlah peneliti bisa mempelajari spektrum matahari, garis franhouver, serta diperoleh data mengenai kalsium, H-alfa, dan sinar putih matahari yang menentukan aktivitas matahari.

Tinggi rendahnya aktivitas matahari juga akan tampak dari banyaknya noktah dalam citra matahari yang didapat melalui pengamatan. “Dari aktivitas matahari, peneliti bisa melihat adanya anomali cuaca di bumi,” kata Taufik Hidayat.

Saat ini di Observatorium Bosscha Lembang yang terletak sekitar 1.310 meter di atas permukaan laut terdapat lima unit teleskop besar. Kelima unit itu adalah teleskop Refraktor Ganda Zeiss, teleskop Schmidt Bima Sakti, teleskop Cassegrain GOTO, teleskop Refraktor Bamberg, dan teleskop Refraktor Unitron.

Selain di Lembang, Kabupaten Bandung, peneropong matahari lebih dulu dimiliki Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Di Bosscha—observatorium yang dibangun tahun 1923-1928 dan sekarang berada di bawah naungan Institut Teknologi Bandung (ITB)—peresmian teleskop matahari dilakukan hari Sabtu lalu oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman. Peresmian tersebut dihadiri pula oleh astronot Malaysia, Sheik Muszaphar Shhukor Al Masrie (35).

Terus mendukung

Sekretaris Satu Bidang Pendidikan Kedutaan Besar Belanda Arnold van der Zanden yang menghadiri peresmian di Observatorium Bosscha mengatakan, selama ini hubungan Belanda dan Observatorium Bosscha amat dekat dan Belanda terus berusaha mendukung berbagai kegiatan di observatorium tersebut. Salah satunya, pada Mei 2006, Menteri Ekonomi Belanda berkunjung dan menyatakan setuju memberi bantuan sebanyak 50.000 euro untuk pengembangan Observatorium Bosscha.

Kepala Observatorium Bosscha Taufik Hidayat mengatakan, dana bantuan tersebut sebanyak 20.000 euro akan digunakan untuk pengadaan real time solar telescope dan penginstalan teleskop di gedungnya.

Sebanyak 15.000 euro akan digunakan untuk perjalanan penelitian para astronom ke luar negeri. Adapun 15.000 euro lainnya akan digunakan untuk beasiswa belajar ke luar negeri bagi sejumlah astronom Indonesia



et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.