BLOG- nya Ani :)











{December 19, 2007}  

Asal Jejak Kaki Tertua Akhirnya Terkuak

Hewan yang membuat jejak kaki tertua akhirnya diketahui. Jejak dua makhluk sejenis reptil itu berusia sekitar 290 juta tahun.
Mereka adalah spesies Diadectes absitus dan Orobates pabsti yang fosilnya ditemukan fosilnya di Formasi Tambach di Jerman bagian tengah. Fosil tersebut ditemukan para ilmuwan di dekat lokasi penemuan fosil jejak kaki pada lapisan endapan yang sama. Hal tersebut dapat dilakukan karena fosil tulang belulang kedua jenis hewan bisa dikatakan utuh sehingga para peneliti dapat mencocokkannya dengan jejak kakinya.
“Fosil biasanya jarang ditemukan bersama bagian kaki yang utuh. Ini termasuk langka karena kami menemukan tulang kaki berikut jempol, jari, dan sendinya,” ujar David Berman, salah satu peneliti dari Museum Sejarah Nasional Carnegie di Pittsburgh, AS.
Kedua makhluk menurut perkiraan para ilmuwan mungkin meninggalkan jejaknya di lapisan lunak jutaan tahun lalu. Bentuk jejak kaki cocok dengan fosil tulang-belulang kedua makhluk hidup.
Temuan yang dilaporkan dalam edisi terbaru Journal of Vertebrate Paleontology ini merupakan bukti pertama jejak tertua di Era Paleozoikum yang berlangsung antara 540 juta tahun hingga 240 juta tahun lalu. Dari jejak ini, para peneliti berharap dapat mempelajari pola pergerakan makhluk di zaman tersebut dan mempelajari bagiamana kaki makhluk darat mulai berkembang.
Sebelumnya diyakini bahwa mamalia cenderung memiliki kaki yang memanjang vertikal dari tulang panggul ke tanah. Sedangkan pada reptil, perkembangan kaki cenderung dimulai dari perpanjangan tubuh sebelum berkembang vertikal. Namun, makhluk yang baru ditemukan memiliki ciri kaki seperti mamalia.
“Kami tahu dari jalur pergerakannya bahwa hewan-hewan ini memiliki kai yang tumbuh di bawah badannya,” ujar Berman. Padahal di buku-buku teks tidak demikian, jadi kemungkinan harus direvisi. Berman menjelaskan jika dilihat dari gaya berjalannya, dengan jelas terlihat bahwa kaki-kakinya sangat dekat dari bagian tengah tubuhnya.

—————————————————–

Ngomong Pakai Kuping Juga Bisa

Ngomong pakai kuping, mengapa tidak? Teknologi telepon seluler terbaru ini menempatkan spiker dan mikrofon di kuping. Dengan demikian pemakai dapat terus bertelepon ria meskipun di sekitarnya sangat bising.
Alat tersebut diungkapkan ke publik oleh perusahaan pembuatnya, NS-ELEX Co, Selasa (18/12) di Tokyo, Jepang. Penggunaan alat ini bisa melalui kabel yang dicolokkan ke ponsel atau menggunakan bluetooth.
Prinsip kerja alat yang diberi nama e-Mimi-kun alias “cowok berkuping bagus” ini adalah pada spiker di earphone ditanamkan cip yang mampu mengurangi suara dari luar sampai enam kali. Sedangkan mikrofonnya mampu menangkap getaran udara di telinga yang ditimbulkan dari suara mulut.
Dengan earphone ini pengguna tak perlu lagi menutup mulutnya saat berponsel di keramaian. Alat ini cocok untuk mereka yang bekerja di dekat mesin, restoran, tempat hiburan lainnya, pengendara motor

——————————————————-

Semburan Lubang Hitam Merusak Galaksi Terdekat

Sebuah galaksi yang tengah sekarat menyemburkan partikel-partikel dan radiasi magnet berkekuatan tinggi ke arah galaksi terdekatnya. Aliran energi dari pusat lubang hitam raksasa (supermassive black hole) dari bagian tengah galaksi itu mungkin dapat merusak objek-objek ruang angkasa yang dilaluinya.
Peristiwa tabrakan di antara dua galaksi sudah sering dilaporkan. Semburan dari lubang hitam juga pernah terdeteksi sebelumnya dan semuanya menghasilkan radiasi tinggi sinar-X dan sinar gamma. Namun, peristiwa aliran energi semacam ini yang merusak galaksi lainnya baru kali ini terlihat.
Beberapa teleskop digunakan untuk membuat gambar peristiwa tersebut, yakni Chandra, Teleskop Antariksa Hubble, dan Teleskop Antariksa Spitzer, serta laboratorium Earthbound seperti teleskop Very Large Array di New Meksiko dan teleskop Multi-Element Radio Lingked Interferometer Network (MERLIN) di Inggris.
Data dari Observatorium sinar-X Chandra milik NASA memperlihatkan bahwa kedua galaksi sama-sama memiliki lubang hitam yang sangat besar di pusatnya. Galaksi yang lebih besar, bernama 3C321, mengeluarkan partikel berenergi itu. Sementara, galaksi yang lebih kecil bergerak memotong ke arah aliran energi ini.
Kerusakan planet
Para astronom sependapat bahwa kedua galaksi itu tampaknya memiliki sistem planet-planet. “Ada puluhan hingga ratusan juta bintang di jalur aliran tersebut. Sebagian bintang itu hampir dipastikan memiliki planet,” kata Martin Hardcastle, ahli astrofisik di University of Hertfordshire, Inggris.
Namun, tak ada satupun bentuk kehidupan yang dapat bertahan dari radiasi energi yang dipancarkan tersebut. “Pertama, ladang radiasi sinar gammanya yang sangat besar kelihatannya akan merusak lapisan ozon,” kata Dan Evans dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang memimpin studi itu. Medan magnet planet-planet yang dilalui pun akan tertekan sehingga rentan terhadap badai radiasi dari bintangnya.
“Dia… seperti perusak, perusak lubang hitam, yang mengendus-endus setiap galaksi yang lewat,” kata Neil deGrasse Tyson, Direktur Hayden Planetarium di Museum Sejarah Nasional Amerika di New York, AS.
Tapi, tak perlu khawatir energi perusak ini akan menghantam Bumi. Sebab, galaksi tersebut berada 1,4 miliar tahun cahaya dari sini. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun atau sekira 10 triliun kilometer.
Tarian galaksi
Tidak jelas mengapa galaksi yang lebih besar mulai menembakkan energi mematikan itu. Para astronom memperkirakan kedua galaksi sepertinya sedang saling mendekat. Pergerakan itu mungkin penyebab terjadinya perubahan medan magnet yang memicu aktivitas lubang hitam pada salah satu galaksi.
“Kami tahu, Anda dapat menyulut lubang hitam dengan cara membuat dua galaksi berinteraksi karena hal tersebut mengganggu medan gravitasi yang sebelumnya stabil,” kata Tyson.
Sementara itu, Evans memperkirakan kedua galaksi itu tampaknya berada dalam proses penyatuan selama satu miliar tahun. “Keduanya sebenarnya sedang melakukan gerakan seperti menari di sekitar satu sama lain,” katanya.
Interaksi tersebut tidak selalu berakibat fatal dan kehancuran. Peristiwa semacam itu dapat pula memicu pembentukan “kebun bibit bintang” dan kelahiran bintang-bintang baru



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.