BLOG- nya Ani :)











{December 19, 2007}   artikel 2007

Bekas Piramid Suku Aztec Ditemukan di Meksiko

Siapa menyangka salah satu sudut Kota Mexico City yang paling rawan tindak kriminalitas merupakan bekas berdirinya piramid suku Aztec. Para arkeolog yang menemukan puing-puingnya yakin piramid tersebut diratakan bangsa Spanyol yang menaklukkan wilayah tersebut.Salah satu bekas piramid yang muncul pertama kali adalah dinding kuno di dekat distrik Iztapalapa yang sangat padat Juni lalu. Sejumlah arkeolog menyatakan dinding tersebut mungkin bagian utama piramida di pusat pemukiman Aztec yang dihancurkan Hernan Cortes pada abad ke-16. Saat ini sejarah piramida di sana belum banyak dipelajari karena Iztapalapa dan sekitarnya berkembang menjadi daerah yang keras, banyak tindak kriminalitas, lokasi transaski narkoba, dan banyak daerah kumuh.“Kami tahu lokasinya secara umum namun tidak dapat mengeksplorasinya karena ini adalah wilayah kota yang sangat luas,” ujar Jesus Sanchez, salah satu arkeolog yang meneliti situs tersebut. Ia yakin pusat piramida ada di bawah taman dan lapangan kota. Untuk memastikannya, akan dilakukan penelitian selama setahun ke depan sebelum melakukan penggalian.Kota Mexico City selama ini memang menyimpan banyak peninggalan puing-puing zaman pra-Hispanic (sebelum bangsa Spanyol masuk wilayah Amerika Latin). Pada bulan Oktober lalu juga ditemukan altar Aztec abad ke-15 di pusat Kota Zocalo dan batu altar seberat 12 ton dekat jalur lalu lintas di pusat kota.Suku Aztec dikenal suka berperang, sangat religius, dan banyak membangun monumen-monumen, serta mendominasi kerajaan yang luasnya dari Teluk Meksiko hingga Samudera Pasifik. Wilayah Meksiko saat ini sebagain besar adalah wilayah kekuasaan bangsa Aztec.Sejarah mencatat, penguasa Iztapalapa, Cuitlahuac, nyaris membinasakan Cortes dan pasukan Spanyol dalam peristiwa yang disebut Malam Kesedihan pada tahun 1520. Namun, peperangan dikuasai Cortes yang kemudian menghancurkan seluruh kota.  

 

   Komputer Baru Dikirim ke Stasiun Antariksa

Sistem komputer utama ISS tersebut mati Juni lalu saat tujuh awak misi STS-117 Atlantis tengah merapat ke sana. Akibat , sempat diputuskan kondisi darurat selama beberapa hari dan navigasi ISS bergantung pada sistem jet pendorong di modul milik AS dan wahana ulang alik. Selain itu, kerusakan tersebut juga menyebabkan pengaturan oksigen dan air terganggu sehingga bahkan sempat ditetapkan kemungkinan evakuasi seluruh awak.Dua kosmonot Russia yang bertugas di ISS, Oleg Kotov dan komandan Fyodor Yurchikhin saat itu akhirnya berasil mengatasi kerusakan tersebut setelah lembur beberapa hari untuk melakukan bypass rangkaian listrik yang memasok energi ke komputer.  Penggantian komputer akan dilakukan setelah awak misi Ekspedisi 15 menggunakan wahana Endeavour merapat ke ISS minggu depan. Jika lancar sesuai rencana, wahana ulang alik Endeavour milik NASA akan diluncurkan pada 7 Agustus.Selain membawa komputer baru, Progress 26 juga membawa pasokan logistik untuk tiga awak ISS yang sekarang bertugas di orbit. Logistik seberat sekitar 2,5 ton terdiri dari 725 kilogram bahan bakar roket, 50 kilogram oksigen, dan 224 kilogram air, makanan, pakaian, serta suku cadang dan instrumen lainnya. Pasokan logistik untuk ISS yang lebih banyak lagi akan menyusul dibawa Endeavour. 

 

   Ubur-ubur Rekayasa Berkepala 12

Ubur-ubur dikenal sebagai hewan dengan banyak tentakel, namun seperti apa jadinya kalau kepalanya 12. Hal tersebut telah dilakukan para ilmuwan dengan mengotak-atik gen tertentu di tubuh hewan laut yang bertubuh bening tersebut. Untuk menumbuhkan 12 kepala, para ilmuwan di Jerman mengendalkan gen bernama Cnox pada benih ubur-ubur. Gen inilah yang mengontrol pembentukan seluruh anggota tubuh ubur-ubur yang bagian utamanya berbentuk payung dengan banyak tentakel sejak masa pertumbuhan embrio. Gen ini memiliki fungis mirip dengan gen Hox pada manusia yang mengendalikan pembentukan tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh lainnya.Percobaan tersebut dilakukan pada spesies ubur-ubur Hydromedusa Eropa (Eleutheria dochotoma) yang diambil dari daerah selatan Perancis. Pada mitologi Yunani, Hydra adalah monster berkepala banyak, sementara medusa memiliki rambut dari ular.Ilmuwan mendesain molekul RNA yang secara spesifik menonaktifkan gen Cnox di lingkungan air laut. Normalnya, tingkat salinitas tubuh hewan ini mampu mencegah molekul RNA tersebut masuk ke dalam sel. Namun para ilmuwan telah menambahkan sejumlah air murni dalam larutan air laut agar ubur-ubur masih dapat bertahan hidup dan RNA dapat masuk. Dengan cara menonaktifkan satu gen Cnox yang disebut dengan Cnox-3, dua kepala biasanya dapat terbentuk, dan keduanya dapat berfungsi secara optimal. Misalnya untuk mengolah makanan. Sedangkan dengan mennonaktifkan gen lainnya, yakni Cnox-2, lebih dari dua kepala bisa terbentuk. “Hingga berjumlah selusin,” kata Bernd Schierwater, ahli biologi evolusi dan zoologi invertebrata dari Hanover University of Veterinary Medicine, Jerman. Ia dan rekannya Wolfgang Jakob, yang juga berasal dari Hanover, mendeskripsikan hasil temuan mereka di jurnal PLoS One edisi online 1 Agustus.JarangHewan berkepala banyak sangat jarang ada di alam. Hal tersebut menunjukkan bahwa dua atau lebih kepala dalam satu badan memang tidak lebih baik daripada hanya satu kepala. Memiliki lebih dari satu kepala harus dibayar dengan ongkos tinggi dan tidak menghasilkan benefit yang sebanding.Salah satu jenis hewan yang secara alami masih membentuk banyak kepala adalah koral. Hewan lunak yang membentuk karang ini biasanya membentuk koloni dengan menambah kepala pada suatu gagang. Satu sama lain saling berikatan pada perutnya, seperti yang terjadi pada ubur-ubur yang direkayasa oleh para ilmuwan.Ubur-ubur dan koral punya hubungan yang erat karena keduanya adalah karnivora yang masuk dalam satu grup yang disebut cnidarians (bisa diartikan penyengat) karena tentakel mereka yang beracun. Schierwater menduga bahwa nenek moyang dari koral dan organisme berkoloni lainnya telah mengadaptasi gen yang berhubungan dengan replikasi kepala sejak lama dalam cara tertentu.Dengan mengetahui gen yang mengendalikannya, para ilmuwan mampu menunjukkan bagaimana suatu koloni organisme berkepala banyak alami pertama kali berasal. Jadi tak perlu heran kalau ada legenda tokoh pewayangan yang disebut Dasamuka (berkepala sepuluh).  

 

  Dinosaurus Muda Lindungi Diri dengan Perisai

Titanosaurus termasuk salah satu makhluk terbesar yang pernah berjalan di Bumi, dengan beberapa ekor di antaranya mencapai berat lebih dari 100 ton. Uniknya, hewan raksasa ini diselubungi sisik seperti perisai, yang kegunaannya masih misterius untuk hewan sebesar ini.Namun penelitian terhadap embrio Titanosaurus memunculkan dugaan bahwa sisik perisai itu berguna untuk melindungi sang raksasa saat masih muda dari ancaman pemangsa-pemangsa buas masa itu.
 
Paeontolog Thiago Marinho dari Universitas Federal Rio de Janeiro telah menganalisa telur-telur Titanosaurus yang ditemukan di Patagonia, Argentina tahun 1997. Embrio di dalam telur-telur tersebut memiliki kulit yang berhiaskan tonjolan-tonjolan. Seperti halnya sisik pada kulit embrio alligator, sisik-sisik dinosaurus ini mungkin akan tumbuh menjadi keras menjadi perisai sisik yang dikenal sebagai osteoderm.
Tapi osteoderm yang tampak pada Titanosaurus dewasa terlalu kecil dan rapuh untuk bisa memberikan perlindungan. Menurut Marinho, perisai tubuh seperti itu lebih efektif dipakai oleh dinosaurus muda daripada yang dewasa, melindunginya dari gigitan pemangsa seperti theropoda – dinosaurus pemakan daging seperti T-rex – serta pemangsa serupa buaya yang dikenal sebagai crocodyliforms.Perisai semacam itu pastilah sangat membantu Titanosaurus muda, mengingat tidak ada bukti fosil yang menunjukkan Titanosaurus mengasuh anak-anaknya.”Meski Titanosaurus adalah salah satu hewan darat terbesar di dunia, tapi harus diingat bahwa mereka lahir dari telur-telur berdiameter 30 sentimeter,” kata Marinho. Walau telur-telur itu sangat besar untuk ukuran masa kini, namun anak dino yang menetas darinya tetap tidak bisa melawan serangan dinosaurus pemangsa. Namun hewan-hewan itu memiliki sistem pertahanan efektif untuk menghalau pemangsa kecil bila mereka dilapisi perisai yang terbuat dari osteoderm.Dikatakan Marinho, seiring dengan pertumbuhannya, Titanosaurus menyerap sebanyak mungkin kalsium untuk membentuk tulang-belulang raksasanya. Kalsium itu diambil dari makanan dan juga dari osteoderm, sehingga sisik bertulangnya menjadi makin porus dan berongga.“Ini mirip yang terjadi pada keluarga buaya, terutama yang masih muda. Mereka menyerap kalsium dari osteoderm bila makanannya tidak mengandung kalsium yang diperlukan untuk pertumbuhannya,” ujarnya. “Ketika dinosaurus tumbuh, sisik tulangnya menjadi sekedar aksesoris karena ia telah memiliki sistem pertahanan berkat tubuh besarnya.”Dinosaurus lain yang juga memiliki sisik keras adalah theropoda pemangsa Carnotaurus. Kemungkinan, sisik ini juga berfungsi untuk mlindunginya dari predator lain.

 

  Laut Indonesia Serap 43,6 Persen Karbon Dioksida Dunia

Dengan terumbu karang memanjang hingga 75.000 kilometer persegi serta 6,7 juta hektar lahan konservasi, wilayah laut Indonesia berkontribusi menyerap 43,6 persen karbon dioksida (CO2) dunia. “Sepanjang 75 ribu kilometer persegi karang yang ada di Indonesia, termasuk area-area konservasi di Indonesia turut berperan dalam mengurangi CO2,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, pada pembukaan seminar memperingati 50 tahun Deklarasi Djoeanda, di Bidakara, Jakarta, Selasa (31/7).Dia mengatakan kerjasama yang penyelamatan terumbu karang di kawasan Pasifik telah mampu mengkonservasi delapan juta hektar, dimana 6,7 juta hektar lahan merupakan lahan Indonesia. Target Indonesia pada tahun 2010 nanti mampu mengkonservasi 10 juta hektar terumbu karang, dan pada 2020 diharapkan telah mencapai 20 juta hektar.“Kalau kita bisa siapkan 50 juta hektar kawasan konservasi di laut, kita bisa membantu dalam rangka penyelamatan bumi untuk kawasan Asia Pasifik,” ujar dia. Momentum konferensi mengenai perubahan iklim di Bali pada Desember 2007, menurut Freddy, akan digunakan untuk menyampaikan kontribusi yang telah dilakukan Indonesia dalam mengurangi CO2.Karena itu, Freddy mengatakan, Indonesia sangat berkepentingan untuk meminta perubahan mekanisme perdagangan karbon yang ada, yakni mekanisme bantuan yang diterima Indonesia dapat dirubah menjadi hibah. Saat ini Indonesia diberikan pinjaman untuk melakukan konservasi sebesar 60 juta AS dolar untuk tiga tahun.Padahal keberhasilan penyerapan karbon dioksida di kawasan Indonesia menyumbang 43,6 persen penyerapan karbon. “Diharapkan negara yang berkontribusi dari laut untuk konservasi ini diberi hibah bukan pinjaman. Begitu pula dengan negara lain yang melakukannya,” ujar dia.

 

   China Jual Kotoran Panda Sebagai Suvenir Olimpiade

BEIJING, SELASA – Tak heran bila bangsa China dikenal sebagai pedagang yang ulet. Apa pun bisa mereka jual. Termasuk yang satu ini: kotoran panda! Sebuah pusat penelitian kehidupan liar China memunculkan ide untuk mencari keuntungan dari kotoran panda dengan cara menjualnya sebagai kenang-kenangan Olimpiade.Para peneliti di Chengdu, ibukota propinsi Sichuan yang bergunung-gunung, telah membuat bingkai foto, pembatas buku, patung panda, dan barang-barang lain dari 300 ton “sisa” pembuangan 60 ekor panda tiap tahun, demikian diungkapkan media negara, Selasa (31/7).
 
Jing Shimin, asisten direktur pusat penelitian panda, bahkan dengan bangga memberi jaminan bahwa suvenir dari kotoran panda itu akan bebas bau. “Barang-barang itu tidak akan berbau karena 70 persen kotoran berupa potongan bambu yang tidak bisa dicerna panda,” katanya pada kantor berita Xinhua.
“Kami dahulu menghabiskan biaya setidaknya 6.000 yuan tiap bulan untuk membuang kotoran itu. Tapi kini (kotoran) itu ternyata mendatangkan untung karena sebagian akan dijual sebagai suvenir.”Tidak ingin kehilangan momen Olimpiade, pusat penelitian itu kini sedang mencoba mencetak kotoran panda menjadi patung panda atletik yang menggambarkan beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade 2008.Adapun jual beli barang dari kotoran panda bukan hal yang baru pertama kali ini dilakukan. Sebelumnya, sebuah kebun binatang di Thailand telah menjual kertas warna-warni yang terbuat dari “sisa-sisa” dua panda mereka.

 

  Payung Canggih Bisa Meramal Hujan

NEW YORK, SELASA – Sedia payung sebelum hujan. Pepatah tersebut tak lagi bermakna kiasan dan benar-benar lugas maksudnya ketika sebuah perusahaan AS mengembangkan payung peramal cuaca.Payung tersebut kini tak hanya berguna saat hujan turun, namun memberitahukan pemiliknya ramalan cuaca di tempatnya berdiri dan berbagai wilayah lainnya. Gagang payung dilengkapi perangkat elektronika yang menampilkan data-data ramalan cuaca 150 kota besar di AS.Payung canggih ini dikembangkan Ambient Devices, perusahaan di Cambridge, Massachusetts, yang didirikan sejak tahun 2001 untuk mengkomersialkan hasil-hasil penelitian di Media Lab Massachusetts Institute of Technology (MIT). Ambient Devices, yang sudah berpengalaman mengintegrasikan informasi dari Internet ke berbagai produk elektronika, memasang alat penerima sinyal radio di gagang payung. Alat tersebut menerima data-data dari situs ramalan cuaca Accuweather.com melalui jaringan nirkabel WiFi yang sudah tersebar di berbagai sudut kota.Jika diramalkan akan terjadi hujan 12 jam lagi, gagang payung akan menyala. Jika lampu berkedip-kedip pelan artinya hujan ringan tapi jika sangat cepat berarti akan datang badai. Jurubicara perusahaan Mark Prince menyatakan produk payungnya yang diberi nama Ambient Umbrella merupakan terobosan yang menghadirkan kemudahan memperoleh informasi ke perangkat sehari-hari.“Anda dapat menaruh payung ini di dekat pintu, di tempat payung, dan saat akan keluar ia memberitahukan apakah Anda perlu membawanya atau tidak,” ujar Prince. Alat elektronika di payung tersebut dioperasikan dengan tenaga baterai dan layanannya harus diaktifkan secara berlangganan. Harga setiap unitnya sekitar 140 dollar AS.   

 

  Listrik Mati, Lampu Ponsel Bantu Operasi

BUENOS AIRES, SENIN – Cahaya lampu dari layar ponsel ternyata sangat berguna di saat-saat darurat. Sebagian dari Anda mungkin sudah pernah menggunakannya sebagai sumber penerangan sementara saat lampu padam. Itu masih belum seberapa karena di Argentina lampu ponsel bahkan sempat dipakai untuk membantu sebuah operasi pembedahan.Bayangkan kalau Anda dokter bedah yang sedang melakukan operasi, lalu tiba-tiba listrik mati dan semuanya menjadi gelap gulita. Situasi seperti itu dialami tim dokter di Policlinico Juan D. Peron, rumah sakit utama Villa Mercedes, kota kecil di Provinsi San Luis, Argentina saat melakukan pembedahan terhadap pasien usus buntu.Seperti diberitakan televisi lokal TN yang dikutip AP, Sabtu (28/7), Leonardo Molina (29) tengah dibedah di meja operasi pada 21 Juli 2007 lalu karena usus buntunya harus dipotong. Namun tiba-tiba lampu di ruangan operasi padam karena jaringan listrik mati. Generator yang menjadi sumber energi tidak bekerja. Lalu apa yang dilakukan? Ternyata tim dokter memilih melanjutkan pembedahan dengan cahaya seadanya. Tak ada lampu sorot, lampu ponsel pun bisa. Saat dokter bedah dan anestetis menunggu di kegelapan, seorang anggota keluarga pasien berinisiatif mengumpulkan beberapa ponsel dari orang-orang sekitarnya dan menyalakannya di dekat tubuh pasien untuk memberikan penerangan darurat.Cahaya darurat dari beberapa ponsel itu dipakai sampai proses pembedahan selesai. Kakak Leonardo, Ricardo Molina (39), memperkirakan cahaya darurat dipakai sekitar satu jam, namun Direktur Rumah Sakit Dario Maurer mencatat peristiwa pembedahan dalam gelap itu hanya berlangsung selama 20 menit.Beruntunglah Leonardo, pembedahan lancar. Coba kalau dokter bedah salah potong, bisa berabe dong. 

 

   Palapa Ring Indonesia Timur Terealisasi Tahun 2008

BANDUNG, KOMPAS–Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh mengatakan di Bandung, Senin (30/7) bahwa Indonesia sedang membangun Palapa Ring. Proyek jaringan komunikasi yang dimulai dari wilayah Indonesia timur ini  akan teralisasi pada tahun 2008. Palapa Ring adalah jaringan serat optik yang digelar di dasar laut dalam bentuk cincin yang terintegrasi. Palapa Ring dibangun untuk memperlancar akses ke dunia maya dan diharapkan bisa menumbuhkan aktivitas ekonomi, budaya.
 
Menurut Nuh, Palapa Ring akan dibangun dari Indonesia bagian Timur sepanjang 10.000 kilometer.  Mengingat Indonesia bagian timur belum memiliki jaringan serat optik yang tergelar. Nantinya, serat optik di Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur akan terintegrasi.
Sedangkan Palapa Ring bagian barat lebih pada pengintegrasian jariungan yang ada. Sudah cukup banyak jaringan serat optik yangt digelar namun satu dengan lainnya tidak membentuk ring atau sendiri-sendiri.
 
“Dibutuhkan dana Rp 4 triliun untuk membangun Palapa Ring di Indonesia Timur tersebut dan dananya disediakan oleh konsersium yang terdiri dari tujuh perusahaan, antara lain PT Telkom, PT Indosat, PT Excelkomindo Pratama, PT Bakrie Telecom, dan lainnya,” ujar Nuh.
  

 

   Kuda Tertinggi dan Terkecil di Dunia Beda Tinggi 1,5 Meter

Kuda adalah salah satu hewan yang sangat dekat dengan kehidupan manusia, sebagai tunggangan, penarik delman, dan tenaganya dimanfaatkan untuk banyak keperluan lainnya. Ukuran tubuhnya sangat bervariasi tergantung jenisnya.Ada yang sangat tinggi seperti jenis-jenis kuda balap sampai-sampai untuk menaikinya, penunggangnya perlu bantuan orang lain taua dari tempat yang lebih tinggi dari tempat kuda berdiri sebagai pijakan pertama. Namun, ada juga yang lebih kecil dari tubuh manusia. Di antara kuda-kuda tersebut, ada yang paling tinggi dan ada yang paling kecil. Untuk pertama kalinya, kuda yang berukuran tubuh paling kecil dan kuda yang paling tinggi berfoto bersama dalam Buku Rekor Dunia Guiness edisi 2008. Buku yang akan mulai dijual 7 Agustus 2007 ini menampilkan seekor kuda tertinggi bernama Radar dan Thumbelina sebagai kuda terkecil di dunia.Beda tinggi kedua jenis kuda mencapai lebih dari 1,5 meter. Radar merupakan jenis kuda Belgia yang tinggi tubuhnya 1,95 meter. Sedangkan Thumbelina yang hanya setinggi 43,75 centimeter merupakan jenis kuda sorrel betina yang rambutnya merah kecoklatan. Kalau mau dijadikan kuda tunggangan, dua-duanya sama susahnya bukan?

 

   Ikan Purba di Sulawesi Mulai Diteliti

MANADO, SENIN – Seekor ikan Coelacanth yang ditangkap di Sulawesi dua bulan lalu mulai diteliti. Gabungan ilmuwan dari Prancis, Jepang, dan Indonesia telah melakukan rekonstruksi penangkapan ikan tersebut dan melakukan otopsi terhadap bangkainya sebelum dilakukan uji genetika.Ikan tersebut ditangkap seorang nelayan bernama Justinus Lahama dan puteranya Delvy saat melaut pada 19 Mei 2007. Untuk mengetahui proses penangkapan ikan tersebut, para pakar biologi Prancis mengajak Lahama untuk merekonstruksi penangkapan tersebut minggu lalu.Dilengkapi peralatan sonar dan GPS, mereka naik ke perahu yang sama dan menyusuri Sungai Malalayang di pinggiran Kota Manado. Seperti pagi-pagi sebelumnya, perahu menuju ke laut lepas dan mereka mencari ikan sampai jarak 200 meteran dari bibir pantai.“Saya segera melepaskan pancing seperti biasanya berisi tiga mata kail, sekitar kedalaman 110 meter dan setelah tiga menit kemudian saya merasa mendapat tangkapan besar,” ujar Lahama. Untuk menariknya sangat berat, lanjutnya, dan ia merasa mendapat perlawanan dan sempat mengira mengangkat batu karang. Setelah berupaya selama 30 menit, iia baru sadar memperoleh tangkapan besar yang terlihat di pada kedalaman 20 meter. Lahama kemudian berhasil mengangkat ikan purba yang pernah diperkirakan punah jutaan tahun lalu itu seberat 50 kilogram dan panjang 1,3 meter. Lokasi penangkapan yang sangat dekat dengan pantai dan pada kedalaman seratusan meter mencengangkan para ilmuwan. Yang menjadi pertanyaan apakah ikan-ikan Coelacanth di Indonesia hidup di perairan dangkal? Sebab, ikan sejenis yang juga pernah ditemukan di Kepulauan Komoro, Afrika diketahui hidup dalam gua-gua karang di laut dalam.Setelah mewawancarai Lahama, para peneliti di bawah dukungan Institut Pengembangan dan Riset Prancis membawa ikan tersebut dan melakukan otopsi. Penelitian akan dilanjutkan dengan analisis genetik. Selanjutnya, ikan tersebut akan tetap diawetkan dan disimpan di sebuah museum di Manado.  Munculnya ikan-ikan Coelacanth di Indonesia mengagetkan  para ahli ikan dunia untuk kedua kalinya. Sebab, sebelumnya mereka menduga jenis ikan tersebut telah punah di zaman dinosaurus karena hanya diketahui dari bukti-bukti fosilnya yang berusia hingga 360 juta tahun sebelum ditemukan seekor ikan ditemukan pada tahun 1938 di Afrika. Setelah penemuan itu, mereka juga menduga ikan-ikan yang tersisa hanya hidup di Afrika khususnya kepulauan Komoro.Ikan yang ditangkap Lahama merupakan tangkapan kedua dalam keadaan hidup-hidup di Indonesia. Tangkapan pertama pada tahun 1998 juga di perairan sekitar Manado dan saat ini disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense di Cibinong. Sejumlah ahli dari Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia dan peneliti asing sebelumnya juga sempat merekam keberadaan beberapa ikan yang masih hidup di dasar laut menggunakan kamera bawah laut di perairan Sulawesi. 

 

  Organ Buatan Tertua Dibuat di Mesir

Bangsa Mesir Kuno yang dikenal dengan kemajuan peradabannya ternyata juga telah mengenal organ buatan. Sebuah jempol palsu yang ditemukan di kaki salah satu mumi di sana mungkin merupakan organ buatan tetua di dunia.Jempol palsu ditemukan di mumi seorang wanita yang tersimpan dalam sebuah kuburan dekat kota kuno Thebes pada tahun 2000. Para arkeolog memperkirakan wanita yang mati pada usia 50 hingga 60 tahun tersebut mendapatkan organ buatan setelah jempol aslinya rusak karena penyakit diabetes. Organ buatan dari bahan kayu yang dilapisi kulit di Museum Kairo itu diperkirakan berumur antara 1.069-664 sebelum Masehi sesuai umur artefak yang juga ditemukan di dalam kuburan tersebut. Artinya, jempol tersebut lebih tua daripada organ buatan tertua yang diketahui selama ini yakni kaki Capua dari Roma. Organ buatan bangsa Roma pada tahun 300 sebelum Masehi itu terakhir tersimpan di Royal College of Surgeon Inggris namun rusak karena fasilitas tersebut dijatuhi bom saat Perang Dunia II.       “Jika organ buatan tersebut terbukti digunakan untuk membantu berjalan maupun keseimbangan tubuh, sejarah kedokteran mengenai organ buatan lebih tua 600 hingga 700 tahun dan dipelopori bangsa Mesir Kuno,” ujar Jacky Finch, peneliti dari Universitas Manchester Inggris. Nyatanya, jempol palsu tersebut mungkin memang digunakan saat wanita tersebut masih hidup sebab dibuat rapi dengan tiga kaitan ke kaki. Selain itu, bekas amputasi di ujung jempol juga kelihatannya diobati dengan baik sebelum dipasang organ buatan.Sebelumnya, jempol palsu juga pernah ditemukan di Mesir yang berasal antara 1.295-664 sebelum Masehi. Replikanya, tanpa mumi, yang diberi nama Greville Chester Great Toe sesuai nama kolektornya yang menyerahkannya ke British Museum pada tahun 1881 terbuat dari bahan kertas tebal, lem, dan plester.Jempol palsu ini juga sepertinya telah dipakai penggunanya saat masih hidup dan tidak hanya dipasang saat proses mumifikasi saja. Bedanya, jempol Greville mungkin hanya sekedar dipakai sebagai kosmetik karena tidak dibuak sekuat jempol kaki yang disimpan di Kairo.Bangsa Mesir Kuno diketahui sering membuat organ buatan untuk mayat-mayat yang dimumikan sehingga harus dipasikan mana organ yang memang digunakan sebagai organ buatan dan mana yang tidak. Sebab, bangsa Mesir Kuno yakin dengan Teologi Osiris, dewa kematian, yang menyatakan bahwa tubuh harus lengkap agar berguna saat dibangkitkan kembali. Para ilmuwan sejauh ini juga menemukan organ buatan pada mumi-mumi seperti kaki, hidung, telinga, bahkan penis. Untuk memastikan apakah organ-organ yang ditemukan digunakan saat penggunanya masih hidup, para ilmuwan akan mengujinya akhir tahun ini. Untuk menguji jempol kaki palsu, mereka telah mencari sukarelawan yang jempolnya rusak untuk dipasangi replika dengan bahan yang sama dan mempelajari apakah organ tersebut benar-benar berfungsi. 

 

  Rahang Wombat Raksasa Ditemukan di Australia

SYDNEY, SABTU – Hewan yang berbentuk seperti wombat namun berukuran raksasa pernah hidup di daratan Australia 20.000-40.000 tahun lalu. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan tulang rahang salah satunya.Fosil tersebut ditemukan seorang pemandu wisata di Gua Jenolan, kawasan Blue Mountain, bagian barat Sydney. Hewan yang dikenal dengan nama diprotodon itu merupakan jenis marsupial (hewan berkantung) purba, salah satu fauna raksasa yang pernah menghuni benua Australia zaman prasejarah.Diprotodon dapat tumbuh hingga tinggi dua meter, panjang tubuh tiga meter, dan berat tiga ton. Sedangkan tubuh wombat yang masih hidup saat ini hanya memiliki panjang satu meter, tinggi 25 centimeter, dan berat antara 20-45 kilogram.Di kawasan Gua Jenolan sebelumnya memang ditemukan hewan-hewan raksasa lainnya namun baru kali ini ditemukan diprotodon dekat Sydney. Paleontolog dari Universitas New South Wales, Michael Archer, yakin penemuan ini akan terus berlanjut hingga ditemukan jejak populasinya di masa lalu.   “Jika sekarang hanya ada satu tulang rahang, di sana pasti ada lebih banyak lagi dan secara teori menjadi awal penemuan deposit yang sangat besar,” ujarnya. 

 

  Perhutani Akan Hijaukan Pulau Jawa

YOGYAKARTA, SENIN – Perum Perhutani akan menghijaukan Pulau Jawa dengan menanam pohon pada lahan kosong seluas 565 ribu hektare sebelum 2010. Target tersebut disampaikan direktur utamanya, Transtoto Handadari usai peresmian Kantor Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah Jawa Madura di Yogyakarta, Senin (30/7). Ia mengatakan proses penghijauan sudah dilakukan Perhutani sejak 2003 yang hingga 2007 sudah mencapai areal 550 ribu hektare. Program ini dilakukan sebagai upaya Perhutani untuk menjadi pengelola hutan tropis terbaik di dunia.Menurutnya untuk menjadi pengelola hutan tropis terbaik di dunia, perusahaan ini tidak hanya bisa menebang, tetapi juga menanam kembali. Misalnya kalau ditebang 6.000 pohon, akan ditanam kembali dengan 60.000 pohon.“Tujuan ini yang harus dicapai sehingga penilaian dunia terhadap pengelolaan hutan khususnya di Jawa yang selama ini negatif bisa berubah dengan hijaunya hutan di Jawa sebelum 2010,” katanya. Perum Perhutani ingin hutan di Jawa tetap lestari karena jutaan  rakyat mengantungkan hidup dari hasil hutan dan produk sampingannya.  

 

  Ilmuwan Mancanegara ke Cibodas dan Bogor

BOGOR, KOMPAS – Sebanyak 13 ilmuwan tumbuhan lumut (bryologist) dari sembilan negara mengunjungi taman lumut pertama di dunia yang terdapat di Kebun Raya Cibodas, Cipanas, Jawa Barat, Minggu (29/7). Mereka juga akan mengunjungi Taman Nasional Gede Pangrango dan Kebun Raya Bogor. Para ilmuwan tersebut berasal dari Australia, Selandia Baru, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Brasil, Inggris, Panama, dan Belanda. Mereka adalah rombongan dari peserta Konferensi Lumut Internasional yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 23-27 Juli, yang diikuti 126 ilmuwan dari 29 negara. Salah satu pesertanya adalah Eka Aditya, ilmuwan dari Kebun Raya Cibodas (KRC) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Menurut Eka, kunjungan ke Cibodas dan Bogor merupakan kunjungan studi lapangan para peserta konferensi. Mereka baru mengetahui bahwa Indonesia memiliki taman lumut. Kunjungan studi lapangan yang dijadwalkan penyelenggara konferensi sebetulnya hanya akan melihat lumut yang tumbuh di Cameron Highland dan Gunung Kinabalu di Malaysia. “Konferensi lima hari itu membahas berbagai aspek lumut, mulai dari jenis sampai nilai ekonomis tumbuhan tersebut. Kami juga tahu hasil penelitian ilmuwan yang telah dilakukan ilmuwan mancanegara,” ungkap Eka. Para ilmuwan tersebut kagum dan menghargai upaya manajemen dan karyawan KRC yang berhasil menghadirkan keragaman lumut dalam satu taman tematik itu. Kondisi tersebut memudahkan para ilmuwan untuk melihat dan menelitinya. Mereka antusias melihat Sphagnum gedeanum, jenis lumut yang hanya ada di Gunung Gede, yang juga menjadi koleksi Taman Lumut KRC. Jessica Beever, ilmuwan dari Selandia Baru, yang memperdalam lumut genus Fissidens, terkejut ketika melihat lumut jenis Fissidens nobilis. “Saya tidak menduga jenis yang ada di sini berdaun lebih lebar daripada yang ada di negara saya,” kata Beever, yang juga sudah menulis sebuah buku tentang tumbuhan lumut Selandia Baru. Kepala KRC Holif Imamuddin mengatakan, taman lumut adalah salah satu taman tematik KRC yang diresmikan pada April 2006. Taman seluas 250 meter persegi itu kini memiliki 212 jenis lumut. “Belum semua lumut yang ada di Indonesia terwakili di sini. Saat ini baru lumut yang kami ambil dari dalam dan sekitar KRC dan Taman Nasional Gede Pangrango,” ujar Holif Imamuddin. Ia menambahkan, tujuan awal membangun taman lumut adalah untuk memudahkan ilmuwan dalam negeri mempelajari lumut Indonesia. “Di luar negeri lumut sudah banyak diteliti para ilmuwan untuk kepentingan penemuan obat-obatan dan medis lainnya,” katanya.  

 

  Mengangkasa Bersama Vista

JAKARTA, KCM – Langit cerah, hanya terlihat sedikit awan di angkasa. Angin yang bertiup pelan dan limpahan cahaya Matahari memberi pandangan luas dari dalam kokpit pesawat Boeing 737-800 yang nyaman. Namun kemewahan itu tidak cukup membuatku tenang. Ini adalah kali pertama aku menerbangkan pesawat berbadan besar. Detik-detik menegangkan menunggu ijin dari Menara Air Traffic Control untuk memasuki landasan pacu serasa begitu lama.Soekarno-Hatta Ground Control, Garuda Seven Three Seven requests taxi for takeoff,” ucapku kurang yakin.Garuda Seven Three Seven, Soekarno-Hatta Ground, taxi to runway two-four,” jawab menara ATC.Garuda Seven Three Seven, roger, taxi runway two-four,” aku menimpali, sambil menggenggam thrust dan melihat sekilas pada deretan instrumen di hadapanku. Kugeser thrust perlahan ke depan, cukup dengan kecepatan 5 knot, dan pesawat maju perlahan. Desir mesin yang halus serasa ikut mengalir dalam darahku, menuju tangan, mengarahkan pesawat menuju landas pacu.Dalam gerakan lambat dari apron menuju runway terlintas kembali pelajaran-pelajaran terbang yang pernah kulalui. Masih terbayang seorang senior pernah berkata, “The sky is wide, but there’s no place for error”, langit luas, tapi tidak ada tempat untuk (melakukan) kesalahan. Makin deras pula peluh mengalir walau pengatur suhu di kokpit menunjuk angka 20 derajat Celcius.Di ujung runway, terbentang lebar langit biru yang mempesona. Masih langit yang sama, namun memiliki nuansa berbeda karena aku akan mengarunginya menggunakan pesawat besar ini. “Soekarno-Hatta Tower, Garuda Seven Three Seven is ready for takeoff,” kataku sambil menarik nafas dalam-dalam.Bersamaan dengan jawaban, “Garuda Seven Three Seven, cleared for takeoff. Contact Jakarta Departure when ready”, kugeser thrust lebih maju, menggerakkan roda-roda pesawat dalam putaran cepat. Layar digital menunjukkan kecepatan 40 knot, 60 knot, 80, 120, 145 knot, dan aku harus memutuskan untuk terbang karena melewati kecepatan itu tidak mungkin lagi untuk abort. Beberapa detik kemudian, saat kecepatan mencapai 155 knot tanganku meraih yoke, menariknya mundur untuk mengangkat hidung pesawat.Cakrawala dengan cepat hilang dari pandangan ketika hidung pesawat naik 20 derajat. Terdengar sentakan tanda roda-roda B737 tidak lagi menyentuh landasan, dan masuklah aku ke wilayah dimana tidak boleh ada kesalahan. Getaran-getaran halus terasa saat pesawatku menembus udara dan mencapai ketinggian 5000 feet. Saatnya melepas kemudi untuk dialihkan pada pilot otomatis, ketika terdengar suara tepuk tangan tanda aku berhasil lepas landas.Tepuk tangan? Ya. Karena itu pengalaman lepas landas pertama kali lewat simulasi komputer, bukan menggunakan pesawat sesungguhnya. Namun jangan anggap enteng dulu, karena rasa gugup itu benar muncul ketika kita memainkan simulasi yang mirip kenyataannya. Adalah Microsoft Flight Simulator X yang membuat kita serasa menerbangkan pesawat sesungguhnya, apalagi bila bermainnya menggunakan khusus dan di ruang yang mirip kokpit pesawat.Faktor utama yang membuat permainan ini nampak nyata adalah keunggulan grafisnya, yang mampu menghadirkan pandangan seolah kita berada pada situasi sebenarnya. Sebagai contoh, dalam layar simulator, bila kita terbang di atas lautan, akan tampak pantulan cahaya Matahari di air layaknya bayangan air bila dilihat secara langsung. Resolusi yang ditampilkan dalam Flight Simulator X telah dilipatkalikan empat dari versi sebelumnya, sehingga memunculkan gambaran nyata. Bila seri keluaran tahun 2004 hanya memunculkan 600 item dalam satu kilometer bidang, maka versi ini memasukkan 6000 item. Tak heran bila bukit dan lereng pun terlihat berkontur dan tertutup tanaman.Selain itu, guna menambah kesan nyata, kondisi lokasi dalam permainan ini dibuat mirip aslinya. Ada 24 juta jalanan atau lokasi yang ditampilkan sesuai kondisi sebenarnya. Maka bila kita terbang dari Bandara Adisutjipto di Yogyakarta, akan tampak gunung di depan landasan pacu yang tak lain adalah Merapi. Juga rasi-rasi bintang yang sesuai posisi saat kita terbang malam. Ini semua antara lain berkat penggunaan teknologi grafis yang didukung DirectX 10 dan sistem operasi Windows Vista.Memang, mengingat kerumitan grafisnya, game ini baru apik bila dimainkan menggunakan platform yang memadai. Contohnya, dengan Windows Vista digabung prosesor 1GHz dan RAM 512 MB minimal. Tambahan sound sistem yang hebat akan memberi efek pada penghadiran suasana. Sedangkan alat permainan yang tepat akan membuatnya makin mirip dengan aslinya.”Dengan teknologi DirectX 10, efek visual dalam game menjadi lebih hidup, lebih realistis, dan membuat pengalaman bermain gamepun menjadi lebih menggelegar. Bagi para developer games, hal ini juga merupakan peluang yang terbaik untuk melahirkan game-game generasi terbaru yang lebih realistis dibandingkan sebelumnya.” Hermawan Sutanto, Sr. Product Marketing Manager PT Microsoft Indonesia. Dikatakan Hermawan, kemajuan ini diharapkan berdampak pada pasar PC, di mana keasyikan bermain game akan mendongkrak penjualannya. “Pasar konsumer IT di Indonesia memiliki potensi yang cukup baik. Rriset internal yang pernah kami lakukan tahun 2006 menunjukkan bahwa 43% dari konsumer di Jakarta berencana membeli PC dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Dan 56% pembeli PC di Jakarta berniat menggunakan PCnya untuk bermain game. Sementara dari riset internal 40% gamers berkeinginan membeli Windows Vista sebagai operating system dalam PCnya walaupun Windows Vista masih relatif baru. Berdasarkan hal tersebutlah, maka kami memberikan perhatian khusus bagi pasar konsumer khususnya pasar PC yang digunakan untuk bermain game.”Nah, salah satu game unggulan yang diusung Microsoft adalah Flight Simulator. Tampilan game yang sangat apik bila dijalankan di Windows Vista diharap bakal mendorong konsumen untuk memilih sistem operasi tersebut. “Teknologi baru Windows Vista dengan Direct X 10, membuat Windows Vista makin ditunggu-tunggu oleh pasar konsumer terutama penggemar games. Hal ini juga memberikan pengaruh yang positif bagi pasar IT untuk konsumer di Indonesia dengan meningkatkan presentasi penjualan PC,” kata Yos Rifanto, Software Group Product Manager, PT Bhinneka Mentari Dimensi.Dan bila Anda termasuk penggemar game yang ingin mencoba asyiknya terbang, bersiap-siaplah mengangkasa bersama Vista. 

 

  Planet dengan Empat Matahari, Mungkinkah?

Dengan satu Matahari saja, Bumi begitu indah. Terbit dan tengelamnya bahkan dinanti-nanti banyak pelancong di berbagai lokasi wisata. Bagaimana jika ada empat Matahari? Tegoklah sebentar ke konstelasi TW Hydae yang berjarak 150 tahun cahaya dari Bumi. Para astronom mengatakan pemandangan seperti itu mungkin dapat dilihat dari planet yang mungkin terbentuk di piringan debu di sistem empat bintang di rasi bintang tersebut.Sistem perbintangan di sana terbentuk dari dua pasang bintang kembar. Menggunakan pengindera inframerah di teleskop ruang angkasa Spitzer milik badan antariksa AS NASA, para astronom dapat melihat adanya piringan debu yang terbentuk mengelilingi sepasang bintang kembar.   Bayangkan kalau Anda berada di sebuah lokasi di dalam piringan tersebut, maka akan melihat sepasang Matahari yang bersinar terang. Sementara itu sepasang Matahari lainnya memancarkan sinar yang lebih redup dan kelihatan lebih kecil.Secara teori, kumpulan debu angkasa yang mengelilingi bintang kembar bernama HD 98800 merupakan bentuk piringan circumstellar yang menjadi tempat kelahiran planet-planet. Kebanaykan piringan memiliki struktur yang halus dan rapi, namun hasil pengamatan Spitzer memperlihatkan adanya ruang kosong di dalam piringan yang mungkin tetlah tersapu benih planet (protoplanet) yang sudah terbentuk.Para peneliti mempelajari dua sabuk material di piringan circumstellar di sana. Salah satu sabuk material yang berada pada jarak 1,5-2 unit astronomi (1 unit astronomi=jarak Matahari-Bumi=150 juta kilometer) memiliki butiran debu yang halus yang mungkin membentuk planet-planet. Sedangkan sabuk lainnya yang berjarak 5,9 unit astronomi mungkin membentuk asteroid dan komet.  
 
Dunia dengan empat Matahari termasuk jarang ditemui. Para astronom sebelumnya mengira bahwa gaya tarik-menarik antar-bintang yang berdekatan akan menghambat pembentukan planet-planet. Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa benih planet-planet tetap dengan mudah ditemukan seperti halnya di sistem bintang kembar yang lebih umum dijumpai. Sistem dengan tiga bintang juga ada yang terbentuk di alam semesta.
“Karena bintang-bintang muda terbentuk dalam sistem banyak bintang, kami yakin evolusi piringan di sekelilingnya dan kemungkinan terbentuknya sistem planet-planet lebih rumit daripada terbentuknya planet di tata surya kita,” ujar salah satu penelitinya Elise Furlan dari Astrobiology Institute, University of California, Los Angeles, AS.   

 

  Hutan di Jawa Tinggal 10 Persen

SOLO, JUMAT – Hutan di Pulau Jawa sekarang tinggal 10 persen sehingga sebagian besar air hujan yang jatuh itu tidak berhenti meresap ke tanah, tetapi langsung mengalir ke laut.Untuk hutan di Pulau Jawa idealnya mencapai 30 hingga 40 persen dari luas daratan yang ada, kata Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air Departemen Pertanian, Helman Manan, seusai pertemuan teknis pengelolaan air tingkat nasional di Solo, Jateng, Rabu.Ia mengatakan, kondisi waduk secara nasional saat ini masih normal dan untuk pola tanam yang mengandalkan air dari waduk juga masih berjalan biasa.Menyinggung infrastruktur pertanian, dia mengatakan, kurang baik yang menyangkut masalah irigasi pengairan, modal pertanian, dan lain-lainnya.“Air memang banyak memprihatinkan, kita usahakan bagaimana mengelola air lebih baik dan mengoptimalkan kondisi lokasi masing-masing di daerah yang airnya masih bagus,” katanya.Ia mengatakan, berkurangnya lahan pertanian juga mengakibatkan produktivitas dan daya simpan air berkurang. Sejauh ini mengkhawarirkan konversi hutan 100-110 ribu hektare per tahun. Kehilangan lahan sawahnya sebanyak 30 hingga 40 ribu hektare. Padahal kemampuan cetak sawah baru sangat berat dan berakibat produksi padi berkurang. “Krisis air yang harus dilakukan adalah pengembangan waduk, perbaikan waduk, pengembangan irigasi. Anggaran pengolahan lahan dan air tahun 2007 sebesar Rp1,05 triliun untuk 460 kabupaten/ kota dan tahun 2008 dianggarkan Rp1,1 triliun,” katanya. 



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.