BLOG- nya Ani :)











{December 19, 2007}   NASA

Endeavour Mendarat Mulus

Satu lagi sejarah ditorehkan dalam dunia keantariksaan. Pesawat ulang alik Endeavour mendarat dengan mulus di Pusat Luar Angkasa Kennedy, Florida, Selasa sore waktu setempat atau Rabu (22/8) pagi WIB, setelah menyelesaikan misi selama 13 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Langit cerah saat Endeavour melaju memasuki atmosfer Bumi. Endeavour terbang melintasi Kosta Rika dan Kuba sebelum mendarat di Florida. Para teknisi Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengembuskan napas lega begitu Endeavour mendarat dengan selamat. Kerusakan kecil pada lempeng pelindung panas tidak mengganggu masuknya Endeavour ke Bumi. Begitu keluar dari pesawat, para astronot disambut dengan hangat. “Anda telah memberi makna baru dalam dunia pendidikan,” kata astronot Chris Ferguson saat menyambut kedatangan ketujuh astronot Endeavour. Keikutsertaan astronot-pendidik Barbara Morgan, guru pertama yang pergi ke luar angkasa, merupakan cerita sukses tersendiri dalam misi NASA kali ini. Morgan berhasil melakukan tanya jawab dengan siswa di Bumi dari ruang dengan gravitasi nol. Endeavour juga berhasil menyelesaikan pemasangan perangkat tambahan pada struktur Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang sudah 60 persen selesai. ISS merupakan batu loncatan kunci untuk mempersiapkan misi manusia ke Mars. NASA merencanakan sedikitnya 12 misi lagi ke ISS untuk menyelesaikan pembangunan stasiun luar angkasa itu pada tahun 2010. Risiko sama “Ini adalah prestasi besar dalam kehidupan manusia,” kata Michael Griffin, administrator NASA. NASA tidak akan mengirimkan dua pesawat ulang alik yang dijadwalkan pada Oktober dan Desember hingga persoalan kerusakan pada lempeng pelindung panas pesawat dipecahkan. Misi berikut berisiko mengalami kerusakan yang sama. Para teknisi yang memeriksa Endeavour di landasan pacu mengatakan, tidak ada bagian yang hangus pada pelindung panas, penahan terakhir sebelum kerangka aluminium. Saat memasuki atmosfer Bumi, badan pesawat terpapar panas hingga 1.500 derajat Celsius.

NASA belum mengetahui apakah pecahan yang menghantam badan Endeavour adalah busa, es, atau campuran keduanya. Pecahan sebesar 10 sentimeter (cm) x 10 cm dengan berat 935 gram itu bergerak dengan kecepatan 241 kilometer per jam saat menghantam badan Endeavour. NASA tengah mengupayakan modifikasi pada tangki bahan bakar eksternal untuk mencegah kerusakan serupa.

  Lapisan Panas di Perut Endeavour Mengelupas

Para insinyur badan antariksa AS NASA tengah mengukur risiko bahaya yang timbul karena mengelupasnya keping-keping keramik penahan panas di perut wahana ulang alik Endeavour.Kerusakan tersebut diketahui beberapa saat setelah Endeavour merapat ke stasiun antariksa internasional (ISS) Jumat (10/8). Foto bagian yang rusak direkam awak ISS beberapa saat sebelum Endeavour merapat. Yakni saat wahana menjalani prosedur rutin keamanan, di mana wahana ulang alik bermanuver dengan menghadapkan perutnya ke arah ISS agar dapat dilihat kemungkinan terjadinya kerusakan. Analisis sementara memperkirakan hal tersebut disebabkan runtuhan es yang terbentuk di ujung tangki bahan bakar eksternal saat menembus atmosfer Bumi Rabu (8/8). Sebab, satu menit setelah wahana meluncur, terdeteksi runtuhan es yang menabrak bagian bawah wahana. Kepingan yang terkelupas berada di satu lokasi dengan luas sekitar 18,75 centimeter persegi.        “Jika tercungkil cukup dalam, para astronot Endeavour mungkin harus menambalnya saat melakukan salah satu spacewalk,” ujar John Shannon, kepala tim manajemen misi. Untuk mengukur kedalaman bagian yang terkelupas, para astronot akan memindainya menggunakan laser yang ditempatkan di ujung lengan robotik Minggu (12/8).Meski demikian, kerusakannya tak separah wahana ulang alik Challenger yang akhirnya meledak pada tahun 1986 saat kembali ke Bumi. Waktu itu, keping panas yang lepas di bagian sayap kiri dengan luas antara 35,25 hingga 62,5 centimeter persegi. Bagian perut membara hingga 1300 derajat Celcius saat menembus atmosfer.Shannon mengatakan bahwa dalam beberapa kali misi wahana ulang alik aman kembali meski terdapat lapisan panas yang mengelupas. Hampir semua wahana yang meluncur selama 26 tahun beroperasi mengalami hal yang sama setidaknya menganga sepanjang 2,5 centimeter.  Jika kerusakan tersebut berbahaya, perbaikan mungkin akan dilakukan pada spacewalk keempat minggu depan. NASA berharap wahana ulang alik Endeavour dapat merapat hingga 10 hari karena telah dilengkapi sistem untuk tersambung dengan sumber energi di ISS. Keputusan untuk memperpanjang misi akan dilakukan Minggu (12/8).Bahkan pada kondisi darurat  yang menyebabkan wahana tak dapat kembali sesuai jadwal, Endeavour mungkin harus bertahan di sana hingga dua bulanan. Kapal ruang angkasa penyelamat akan dikirim secepatnya awal Oktober.

 

 Wahana Ulang Alik Endeavour Memulai Misinya

Wahana ulang alik Endeavour memulai misinya kembali setelah sukses diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida, Rabu (8/8) pukul 18.36 waktu setempat atau Kamis (9/8) pukul 5.36 WIB tadi pagi.Ini merupakan misi pertama Endeavour sejak program misi ulang alik dihentikan sementara tahun 2003 karena kecelakaan Columbia.  Sedangkan bagi NASA, ini peluncuran ulang alik kedua dari empat peluncuran yang direncanakan tahun ini untuk melanjutkan proses pembangunan stasiun antariksa internasional (ISS) yang dijadwalkan selesai tahun 2010. Seperti misi-misi sebelumnya, wahana membawa logistik bagi penghuni ISS dan peralatan baru untuk dipasang di sana. Namun, khusus untuk peluncuran kali ini terdapat Barbara Morgan, seorang mantan guru yang sebelumnya merupakan awak pengganti bagi Christa McAuliffe yang tewas saat kecelakaan Challenger tahun 1986. Misi yang sibukPara awak Endeavour akan menjalani misi yang sangat sibuk antara 11 hingga 14 hari di luar angkasa. Mereka akan memasang peralatan yang menghubungkan jaringan listrik ISS dengan wahana ulang alik yang akan merapat dua hari lagi sehingga diharapkan pada misi-misi selanjutnya, para awak dapat lebih lama berada di orbit.Para astronot juga akan memasang kerangka baru di ISS sebagai platform untuk modul-modul penelitian baru. Kerangka seberat 1,58 ton itu akan meperpanjang bentangan ISS  di orbit 108 meter. Selain itu, tujuh awak ISS juga bertanggung jawab memasang giroskop baru untuk mengganti satu dari empat pengendali ketinggian yang sudah tidak berfungsi dengan baik. Gudang baru untuk menyimpan berbagai peralatan di ISS seberat 3,3 ton juga akan ditambahkan di bagian luar ISS.Hal tersebut akan dilakukan dalam 3 kali spacewalk  yang masing-masing berlangsung sekitar 6,5 jam. Dua awak akan bekerja di luar ISS setiap kali spacewalk dengan bertumpu di ujung lengan robotik. Spacewalk cadangan yang keempat juga disiapkan jika perlu inspeksi tambahan.Astronot profesionalBarbara Morgan (55) yang baru pertama kali terlibat dalam misi ulang alik awalnya dilatih menjadi pengajar dalam program Teacher in Space NASA yang diumumkan pada tahun 1980-an oleh presiden AS saat itu Ronald Reagan. Program tersebut tidak sempat dilakukan karena awak utamanya Christa McAuliffe tewas saat Challenger yang ditumpanginya meledak 73 detik usai meluncur karena kerusakan di roket pendorong.Setelah kecelakaan tersebut, NASA meminta Morgan menggantikan posisi McAuliffe dan melanjutkan agenda program. Namun, karena NASA membuat aturan yang melarang orang sipil menjadi awak wahana ulang alik, Morgan akhirnya dilatih menjadi astronot profesional.            Mulai 1998, ia bergabung dalam korps astronot NASA. Dalam misi pertamanya Morgan akan mengoperasikan lengan robotik dan jika waktunya cukup akan menyempatkan diri berbincang-bincang dengan sejumlah anak-anak sekolah di AS secara langsung dari luar angkasa. Citra yang melekat kepadanya sebagai guru tak dapat dilupakan mesti lingkungan mengajar lama ditinggalkannya.

 

  Hitung Mundur Peluncuran Endeavour Dimulai

Jika tidak ada halangan, peluncuran wahana ulang alik Endeavour akan dilakukan Rabu (8/8). Badan antariksa AS (NASA) telah memulai hitungan mundur ke jadwal peluncuran sejak Minggu (5/8) malam setelah tes kelayakan memastikan semuanya dalam kondisi baik.Percobaan pertama peluncuran mundur sehari dari rencana semula. Sebab, minggu lalu ditemukan kerusakan salah satu katup di kabin sehingga membutuhkan perbaikan intensif. Udara bisa masuk ke kabin melalui celah-celah di segelnya yang pecah. “Tim telah siap. Endeavour juga siap,” ujar direktur tes NASA Stephen Payne. NASA telah mengganti katup yang rusak dengan katup sejenis dari badan wahana ulang alik Atlantis sehingga kembali berfungsi normal.Tujuh awak Endeavour membawa misi utama melanjutkan kembali pembangunan konstruksi stasiun antariksa internasional (ISS). Pada misi kali ini mereka membawa satu sisi kerangka Starboard baru untuk dipasang di ISS. Endeavour juga membawa Barbara Morgan, seorang guru yang sebelumnya astronot cadangan bagi Christa McAuliffe dalam program pendidikan di ruang angkasa NASA. McAuliffe gugur bersama enam astronot lainnya saat wahaan Challenger yan membawanya meledak pada tahun 1986.Jika misi lainnya hanya 11 hari, Endeavour akan diperpenajng menjadi 14 hari. Para awaknya akan membantu tiga awak ISS mamasang sistem transfer energi dari ISS ke wahana ulang alik yang merapat. Hal tersebut akan memperpanjang waktu tinggal misi-misi berikutnya.Berdasarkan analisis para meteorolog yang terus memantau perkembangan cuaca di sekitar landasan peluncuran di Kennedy Space Center, Florida, peluang diluncurkannya Endeavour tepat waktu saat ini mencapai 70 persen.

Sementara itu, tiga awak ISS yang berada di orbit Bumi, Oleg Kotov, Fyodor Yurchikhin, dan Clayton Andersen, saat ini tengah memindahkan logistik yang dikirim wahana Progress 26. Wahana kargo ruang angkasa milik Russia tersebut berhasil merepat secara otomatis ke ISS, Minggu (5/8). Selain membawa pakaian, makanan, oksigen, dan air, wahana tak berawak yang diluncurkan dengan roket Soyuz Jumat (3/8) juga membawa sistem komputer baru.

  Atlantis Tiba di Florida, Endeavour Bersiap-siap

Sebuah pesawat jet jumbo yang membawa wahana ulang alik Atlantis tiba di Florida, Selasa (3/6). Atlantis akan diberi perawatan khusus dan disiapkan untuk rencana peluncurannya kembali pada bulan Desember nanti. Pesawat jumbo yang merupakan modifikasi jenis Boeing 747 untuk membawa wahana ulang alik di punggungnya mendarat di Kennedy Space Center pukul 8.25 pagi. Pesawat sempat transit di beberapa tempat antara lain Minggu (1/6) di Pangkalan AU Offut di Nebraska untuk mengecek sambungan dan di Kentucky untuk mengisi bahan bakar.Perjalanan dari Pangkalan AU Edwards, California itu terpaksa dilakukan dan menghabiskan dana 1,7 juta dollar AS. Sebab, setelah menghabiskan waktu 14 hari misinya di luar angkasa, pada tanggal 22 Juni Atlantis gagal mendarat di Kennedy Space Center, Florida yang merupakan lokasi peluncurannya karena cuaca buruk. Pendaratan sempat ditunda sehari sebelumnya namun badan antariksa AS (NASA) tidak ingin mengambil risiko lebih besar lagi dan memilih California yang kondisi cuacanya mendukung untuk pendaratan.Wahana ulang alik Atlantis selanjutnya akan dibersihkan dan diperbaiki seperlunya untuk mempersiapkan peluncurannya kembali yang direncanakan pada Desember. Sementara itu, NASA kini tengah mempersiapkan peluncuran wahana ulang alik Endeavour yang direncanakan pada 7 Agustus. Endeavour bersiapWahana ulang alik Endeavour telah dikeluarkan dari hanggar sejak Senin (2/6) dan dibawa ke gedung perakitannya (vehicle assembly building). Dalam seminggu ke depan, wahana akan digabungkan dengan tangki bahan bakar eksternal dan roket pendorong untuk misi peluncuran ke stasiun antariksa internasional (ISS). Rencananya, wahana akan ditarik ke landasan peluncuran di terminal 39A yang berjarak 5,4 kilometer dari gedung perakitan pada 9 Juli.Misi STS-118 menandai peluncuran pertama Endeavour sejak peluncuran terakhirnya tahun 2002. Ia memulai kembali debutnya bersama Atlantis dan Discovery juga lebih dulu siap melakukan peluncuran sampai tahun 2010. Perlu setidaknya 12 kali peluncuran lagi untuk menyelesaikan pembangunan ISS dan untuk tahun ini NASA telah merencanakan 3 peluncuran lagi.  

 

   Peluncuran Misi Ulang Alik Endeavour Dipercepat

Untuk memperbesar peluangnya meluncurkan wahana ulang alik, para manajer misi NASA memutuskan untuk mengajukan jadwal peluncuran pesawat ulang alik Endeavour. Wahana yang baru akan memulai debutnya kembali sejak peluncuran terakhirnya ada tahun 2002 itu akan ditargetkan dua hari lebih awal dari rencana semula.“Mereka telah memutuskan untuk memajukan target peluncuran ke 7 Agustus untuk meningkatkan peluang peluncuran kami,” ujar jurubicara NASA Kyle Herring di Pusat Ruang Angkasa Johnson di Houston, Texas, AS. Sebelumnya Endeavour dijadwalkan dapat meluncur 9 Agustus dari Kennedy Space Center, Florida, AS.Langkah tersebut juga mengamankan jeda peluncuran pesawat ulang alik tersebut dengan dua jadwal peluncuran lainnya. Pada tanggal 3 Agustus, NASA akan meluncurkan wahana pendarat Phoenix ke Mars dan 11 Agustus peluncuran roket Atlas 5 yang membawa satelit komunikasi militer milik AS Wideband Global SATCOM dari Pangkalan Udara Cape Canaveral. Jeda antarpeluncuran sebelumnya ditetapkan minimal 48 jam.Tujuh awak yang dikirim pada misi STS-118 menggunakan Endeavour ini dikomandani penerbang veteran Scott Kelly. Pada misi kali mereka membawa satu sisi kerangka Starboard baru untuk melanjutkan proses pembangunan stasiun antariksa internasional (ISS) dan tentunya logistik bagi para awaknya.Endeavour juga akan membawa awak yang telah 20 tahun menunggu gilirannya. Barbara Morgan adalah seorang guru yang sebelumnya menjadi cadangan bagi guru lainnya Christa McAuliffe dalam program Pendidikan di Ruang Angkasa. Sayang McAuliffe dan enam astronot lainnya tewas ada kecelakaan Challenger pada tahun 1986.

Seperti misi-misi sebelumnya, para awak dijadwalkan berada di orbit selama 11 hari. Ini merupakan peluncuran wahana NASA yang kedua tahun ini. Wahana ulang alik Atlantis sukses menjalankan misinya yang berakhir 22 Juni dan NASA berharap dapat meluncurkan lebih dari tiga peluncuran lagi sampai akhir tahun ini.

  Phoenix Meluncur ke Mars

Setelah ditunda beberapa kali, Phoenix akhirnya memulai perjalanan panjangnya ke Planet Mars. Wahana milik badan antariksa AS (NASA) tersebut diluncurkan menggunakan roket Delta II dari Cape Canaveral, Florida, Sabtu (4/8) pukul 16.36 WIB. Peluncurannya sudah dijadwalkan sejak sebulan lalu namun tertunda sampai peluang terakhir karena cuaca buruk. Peluan pertama peluncuran kembali yang dilakukan kembali Jumat (3/8) juga tertunda karena masalah teknis. Sekitar 90 menit setelah diluncurkan, roket Delta II memberikan dorongan terakhir dan melepaskan wahana ke ruang angkasa. Jika tidak ada masalah teknis setelah keluar orbit Bumi, wahana tersebut membutuhkan waktu 6 bulan untuk mencapai Mars yang berjarak sekitar 680 juta kilometer. Phoenix diharapkan sampai orbit Mars pada 25 Mei 2008.Wahana ini tidak hanya akan mengitari Mars namun juga mendarat ke permukaannya. Phoenix akan didaratkan di daratan yang tidak berbatu dekat kutub utara Mars. Wilayah tersebut berada di koordinat yang sebanding dengan Alaska di Bumi. Robpt penjelajah (rover) otomatis itu didesain mempu bertahan pada suhu permukaan Mars yang berkisar antara minus 73 derajat Celcius  hingga 33 derajat Celcius.
 
Phoenix dikirim dengan misi utama menggali dan meneliti sampel tanah dan es di kutub Mars. Instrumen yang dibawanya akan langsung melakukan analisis di tempat dan mengirimkan hasilnya ke Bumi.
Ini merupakan misi pertama analisis sampel Mars secara langsung. Lengan robotiknya akan memungut sampel dan membawanya ke dua instrumen di badannya. Salah satu instrumen akan mengecek kemungkinan kandungan air dan bahan kimia karbon yang merupakan unsur dasar kehidupan. Sedangkan instrumen lainnya akan menganalisis sifat kimia tanahnya.Penelitian tersebut didasarai keyakinan para ilmuwan bahwa kehidupan pernah ada di Mars. Mereka telah melihat adanya tanda-tanda sungai dan lautan purba di bawah permukaan Mars meskipun tidak di permukaanya. Pada tahun 2002, wahana Odyssey milik NASA mendeteksi kandungan hidrogen yang tinggi di permukaan Mars yang menunjukkan bahwa kemungkinan terdapat es di bawah tanah Mars dengan ketebalan lebih dari satu meter. Di kutub Mars juga ditemukan es.“Instrumen yang kami buat didesain untuk menemukan bukti-bukti periode melelehnya es dan mencari tahu apakah lingkungan di dekat kutub Mars mendukung kehidupan mikroba di sana,” ujar Peter Smith dari Universitas Arizona, Tucson, AS, yang meruapakan peneliti utama pada misi Phoenix. Tidak seperti wahana Spirit dan Opportunity yang menjelajah ke berbagai sudut permukaan Mars sampai sekarang, Phoenix hanya akan berkutat di satu kawasan. Selain itu pendaratannya juga didesain secara mulus tidak seperti wahana lain sebelumnya yang menggunakan kantung udara berukuran besar.Seperti wahana pendarat lainnya, ia akan membungkus dirinya dengan pelindung panas sebelum meluncur masuk ke atmosfer Mars dengan kecepatan tinggi. Mendekati prmukaan, parasit supersonik akan dikembangkan sehingga kecepatannya menjadi 217 kilometer perjam. Wahana lalu akan melapaskan diri dari parasit dan menyalakan roket berlawaan dengan arah geraknya untuk mengurangi kecepatan hingga menjadi 6 kilometer perjam saat mendarat dengan tiga kakinya.Lima belas menit setelah mendarat, panel surya di tubuhnya akan direntangkan untuk memasok energi bagi seluruh instrumen. Phoenix berukuran 5,5 meter x 1,5 meter dan membawa instrumen elektronik seberat 55 kilogram. 



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.